Pasangan suami istri (pasutri), Rahman Nur (64) dan Siti Hajar (62), ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mereka, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (23/5/2026) dini hari. Diduga, pasutri lanjut usia (lansia) itu dibunuh oleh teman cucu mereka.
"Benar, kejadiannya dini hari tadi," ucap Kasatreskrim Polres Sumbawa AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, dikonfirmasi detikBali, Minggu.
Berdasarkan keterangan cucu korban berinisial R, Dwi berujar, dugaan pembunuhan sadis itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, Minggu. Berawal R berada dalam rumah bersama dengan temannya yang berinisial H.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat berada dalam rumah bersama H, R pamit mengambil charger handphone di rumah rekannya inisial RZ," lanjut Dwi.
Tak berselang lama R bersama RZ kembali ke rumah. Namun, keduanya justru mendapati H sedang berada di kamar mandi luar rumah dalam kondisi mencurigakan. Yakni, tengah membersihkan bercak darah menempel pada pakaian yang dikenakan.
"Mengetahui aksinya dipergoki, H sempat mengejar R dan RZ. Namun keduanya berhasil meloloskan diri dari kejaran H," jelas Dwi.
Tak lama berselang lama R kembali ke rumah dan menemukan kakek dan neneknya sudah tergeletak bersimbah darah. Setelah itu R melaporkan kejadian itu ke Polsek dan Polres Sumbawa.
"Mendapat laporan kami langsung turun ke lokasi. Mengevakuasi kedua korban RSUD Sumbawa dan melakukan olah TKP," beber Dwi.
Saat dievakuasi, kedua korban dinyatakan sudah meninggal dunia dengan kondisi badan penuh luka parah. Mereka diduga menjadi korban tindak pidana penganiayaan berat.
"Saat ini R dan RZ sudah diamankan si Polres Sumbawa dan statusnya sebagai saksi. Sementara H masih dalam pengejaran," tandas Dwi.
(hsa/hsa)










































