Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Bale Kita di kawasan Islamic Center NTB, Mataram. Bale Kita atau yang sebelumnya bernama NTB Mall kini menjadi ruang untuk mempromosikan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di NTB.
Iqbal meminta agar setiap produk yang dipajang di Bale Kita dilengkapi dengan informasi mengenai asal-usul, bahan baku, hingga kisah para perajinnya. Menurutnya, nilai tambah produk kerajinan NTB seperti cukli hingga anyaman ketak terletak pada cerita dan perjuangan di balik proses pembuatannya.
"Kalau produk UMKM memiliki cerita yang kuat, nilainya akan meningkat. Orang tidak lagi melihat hanya barangnya, tetapi juga menghargai proses dan perjuangan di baliknya," ujar Iqbal saat meresmikan Bale Kita Rumah Kerajinan UMKM NTB di Mataram, Rabu (8/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mendorong produk-produk UMKM lokal terlindungi kekayaan intelektualnya. Iqbal berharap keberadaan Bale Kita yang membukakan akses pasar lebih luas mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kreatif di NTB.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian NTB, Lalu Wiranata, menuturkan saat ini sudah ada sekitar 300 UMKM aktif yang memasarkan produk mereka di Bale Kita. Ratusan UMKM itu berasal dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB.
"Produknya ada ribuan jenis produk dari UMKM Lombok dan Sumbawa. Di sini juga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan toko oleh-oleh pada umumnya," ujar Lalu Wiranata.
Menurut Wiranata, produk-produk UMKM yang dikurasi di Bale Kita telah berhasil menembus pasar internasional. Bahkan, beberapa produk kerajinan unggulan NTB juga sudah rutin diekspor ke berbagai negara.
"Ada ke Malaysia itu ada produk batok kelapa. Ada juga etalase ekspor itu ke New Zealand," imbuhnya.
Untuk memperkuat daya saing di kancah global, Pemprov NTB juga membuka layanan SNI Corner langsung di Bale Kita. Selain fokus pada pasar ekspor, penguatan pasar domestik juga diperluas melalui jaringan kios Bale Kita di titik-titik strategis, seperti di bandara dan Sirkuit Internasional Mandalika.
"Kami nanti akan bangun kios di Sirkuit Mandalika karena di sana sering ada event. Di Bandara sudah ada," kata Wirajaya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB Shinta Agathia Iqbal menjelaskan Bale Kita merupakan transformasi dan kelanjutan dari NTB Mall. Menurutnya, perubahan nama ini dilakukan agar terasa lebih membumi sebagai rumah bagi para perajin di NTB.
Shinta mengatakan Bale Kita menerapkan sistem kurasi yang inklusif dengan tetap menjaga kualitas. Sebagai one-stop market kerajinan NTB, produk UMKM yang masuk ke Bale Kita akan memakai sistem rotasi (rolling) produk secara berkala agar seluruh UMKM mendapatkan kesempatan yang sama. Bahkan, buah tangan karya para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lombok Barat juga turut difasilitasi.
"Tidak ada UMKM manapun yang ditolak di Bale Kita, tapi kami kurasi. Akhirnya kami buat sistem rolling per tiga bulan. Produk yang (sementara) tidak masuk pajangan fisik, akan tetap kita paparkan di online shop," kata Shinta.
Keterangan Foto
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian NTB Lalu Wiranata saat peresmian Bale Kita di Mataram, Rabu (8/7/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).