detikBali

1 Korban Bentrok Flores Timur Dirujuk ke Kupang, 2 Warga Dioperasi

Terpopuler Koleksi Pilihan

1 Korban Bentrok Flores Timur Dirujuk ke Kupang, 2 Warga Dioperasi


Yurgo Purab - detikBali

Aparat Polres Flores Timur bersiaga di lokasi bentrok antardesa di Adonara, Senin (11/5/2026).
Aparat Polres Flores Timur bersiaga di lokasi bentrok antardesa di Adonara, Senin (11/5/2026). (Foto: Dok. Polres Flores Timur)
Flores Timur -

Bentrok antardesa Narasaosina dan Waiburak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan satu warga dirujuk ke Kupang hari ini, Senin (11/5/2026). Sementara dua warga lainnya menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.

Direktur RSUD Larantuka Gregorius Bato Koten mengatakan tiga korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit pada Minggu (10/5). Satu orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang pada sore hari.

"Tiga orang yang masuk pada hari Minggu, satu orang sudah bisa pulang sore harinya. Sedangkan dua orang sudah dilakukan operasi pada Minggu sore dan malam. Jadi proyektilnya sudah dikeluarkan," kata Gregorius saat dikonfirmasi detikBali, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A Kalelado memastikan situasi di Adonara pada Senin siang (11/5/2026) dalam kondisi aman dan kondusif. Aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi terdampak konflik.

ADVERTISEMENT

"Situasi Adonara aman dan kondusif," kata Eliezer singkat.

Dipicu Sengketa Tanah Ulayat

Sebelumnya, konflik antardua desa di Kabupaten Flores Timur dipicu sengketa tanah ulayat atau tanah bersama milik adat. Sempat beredar narasi yang menyebut bentrokan dipicu pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi membantah tudingan tersebut.

Ahmad menegaskan bentrok antardesa di Adonara Timur tidak berkaitan dengan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

"Perlu kami tegaskan bahwa konflik yang terjadi bukan terkait dengan program Koperasi Desa Merah Putih," kata Ahmad dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan bentrokan di Adonara Timur merupakan konflik lama antara warga Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu sengketa tanah ulayat dan berlangsung turun-temurun.

"Jadi pembagian secara administratif dari pembagian wilayah pada beberapa desa di Flores Timur khususnya ini memang masih menyisakan beberapa persoalan terutama belum clear-nya kesepakatan terkait dengan hak tanah ulayat di daerah yang bersangkutan," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur sempat melakukan mediasi bersama di Kantor Bupati pada Kamis (26/2/2026). Mediasi kembali dilakukan secara terpisah setelah konflik pecah pada Jumat (6/3/2026).

Namun, bentrokan kembali terjadi pada Sabtu (9/5/2026). Akibatnya, 12 rumah dan satu apotek rusak serta terbakar. Selain itu, tujuh warga mengalami luka akibat senjata tajam dan peluru senjata rakitan.



(dpw/dpw)









Hide Ads