Korban bentrokan antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi tujuh orang. Catatan sebelumnya, ada enam orang korban akibat bentrokan itu.
Satu korban tambahan bernama Fildan Ahmad, warga Desa Bele. Pria berusia 24 tahun itu sudah rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba, Lembata, NTT, Minggu pagi (10/5/2026).
"Masuk tadi pagi pukul 06.40 Wita. Ada luka di dahi. Pasien kami rujuk ke Lembata tadi pukul 09.45 Wita lewat Pelabuhan Boleng," kata Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stef, kepada detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan sebelumnya, bentrokan antardesa kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Sabtu malam (9/5/2026). Konflik antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak itu menyebabkan enam rumah terbakar dan enam warga terkena tembakan peluru rakitan.
Korban yang terkena peluru dilarikan ke RSUD Larantuka untuk mendapatkan penanganan medis. Bentrok diduga dipicu sengketa kepemilikan tanah adat yang hingga kini belum menemukan titik temu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur sempat memediasi kedua belah pihak pada Kamis (26/2/2026) di Kantor Bupati Flores Timur.
Konflik serupa juga pernah terjadi pada Maret 2026. Saat itu, lima warga mengalami luka tembak dan enam rumah dilaporkan rusak serta terbakar, Jumat (6/3/2026).
Selang sebulan, konflik kembali terjadi. Enam rumah dilaporkan terbakar dan satu warga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka karena terkenal peluru rakitan.
(iws/iws)










































