detikBali
Buleleng

Gamelan di Pura Dalem Pemaksaan Panji Anom Raib Digondol Maling

Terpopuler Koleksi Pilihan
Buleleng

Gamelan di Pura Dalem Pemaksaan Panji Anom Raib Digondol Maling


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Polisi melakukan olah TKP kasus pencurian gamelan di Pura Dalem Pemaksan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Kamis (30/4/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Polisi melakukan olah TKP kasus pencurian gamelan di Pura Dalem Pemaksan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Kamis (30/4/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Kasus pencurian perangkat gamelan kembali terjadi. Kali ini, pencuri menyasar gamelan sakral di Pura Dalem Pemaksan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Peristiwa pencurian ini pertama kali diketahui oleh pengempon pura, Gede Indra, pada Kamis (30/4/2026) pagi. Saat itu, Indra curiga melihat pintu masuk pura dalam kondisi terbuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya saya lewat mau belanja ke warung yang jaraknya sekitar 50 meter dari sini. Setelah kembali, saya lihat pintu pura sudah terbuka. Saya merasa janggal," ujar Indra saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Kamis malam.

Indra lantas memeriksa kondisi di dalam pura. Ia mendapati pintu penyimpanan gamelan sudah terbuka sebagian. Setelah dicek, sejumlah perangkat gamelan telah hilang.

ADVERTISEMENT

"Sekitar lima pungguh gong dan 10 ceng-ceng hilang," ungkap Indra.

Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 39 bilah gamelan di pura tersebut raib. Termasuk lima pasang ceng-ceng yang tersimpan di dalam area pura. Indra menyebut gamelan tersebut memiliki nilai historis karena peninggalan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

"Menurut penglingsir, gong ini disakralkan dan memiliki taksu," imbuhnya.

Menurut Indra, peristiwa ini menjadi kasus pencurian pertama yang menyasar pura tersebut. Kasus tersebut, dia berujar, juga membuat warga di Desa Panji Anom resah. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian gamelan tersebut.

"Baru pertama kali kejadian seperti ini. Kami sudah berkoordinasi dengan krama untuk memperketat pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang," kata Indra.




(iws/iws)










Hide Ads