Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Pasangan suami istri (pasutri) berinisial I Nyoman S (53) dan AARW (37) ditemukan tewas di lahan tegalan Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang. Pasutri yang terpaut usia cukup jauh itu diduga bunuh diri karena masalah asmara.
"Dua orang pria dan wanita ditemukan tewas Sabtu 25 April 2026 pukul 12.30 Wita," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suardita mengatakan jasad pasutri itu kali pertama ditemukan warga pemilik tegalan. Dia berangkat ke tegalan bermaksud menemui istrinya yang sedang mencari kayu bakar.
Tiba di tegalan, pemilik tegalan justru menemukan dua jasad Nyoman S dan AARW. Nyoman S ditemukan lemas tergeletak tanpa memakai celana.
Ada buih keluar dari mulut Nyoman S. Mengetahui itu, pemilik tegalan lalu menelepon polisi dan Nyoman S dilarikan ke RS Payangan. "Setelah dirawat di RS Payangan, korban tidak selamat. Korban meninggal dunia saat dirawat," kata Suardita.
Suardita mengatakan, AARW juga bernasib sama dengan Nyoman S. Hanya, identifikasi sementara menunjukkan, AARW tewas empat jam lebih awal.
Hasil penyelidikan polisi di lokasi kejadian, ada botol cairan pembasmi rumput gramoxone. Cairan itu diduga ditenggak Nyoman S dan AARW sebelum akhirnya mereka tewas.
"Di lokasi kejadian ada barang bukti botol cairan pembasmi rumput gramoxone. Sementara, kasus ini masih kami selidiki," katanya.
(hsa/hsa)










































