Penyidik Polres Badung telah memeriksa lima saksi untuk mengusut kasus penusukan yang menewaskan pria warga negara (WN) Belanda berinisial RP (49) di sebuah vila kawasan Banjar Anyar Kelod, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Badung.
"Sampai saat ini pemeriksaan saksi sudah 5 orang dan masih akan dilanjutkan dengan saksi-saksi yang lain. Namun, ciri-ciri detail terhadap pelaku masih dalam proses pendalaman penyidikan kami," kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba di Polres Badung, Rabu (25/3/2026).
Polisi masih mendalami identitas dua pelaku yang belum diketahui, termasuk kemungkinan apakah keduanya warga lokal atau sesama WN asing. Pemeriksaan juga difokuskan pada orang-orang terdekat korban untuk mengungkap kemungkinan adanya konflik sebelum kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah mencari identitas pelaku kami lakukan dengan mengoptimalkan pemeriksaan saksi dan orang terdekat korban untuk mencari tahu apakah ada permasalahan sebelumnya. Kami juga melakukan penyisiran CCTV di jalur TKP untuk mengungkap motifnya," ujar Joseph.
Peristiwa berdarah itu bermula saat korban bersama kekasihnya, PI, berjalan-jalan di sekitar vila. Keduanya kemudian berpapasan dengan dua pelaku yang berboncengan sepeda motor matik di depan vila.
Korban sempat meminta kekasihnya masuk dan mengunci pintu vila karena mencurigai gelagat pelaku. Namun, pelaku langsung menyerang korban menggunakan pisau.
Berdasarkan keterangan saksi, salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online, masker biru, dan helm. Sementara pelaku lainnya memakai kaus berwarna oranye.
Korban kemudian dilarikan ke RS BIMC, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 Wita akibat luka robek parah di bagian pipi, leher, bahu, lengan, hingga punggung.
Hingga kini, polisi belum menemukan keterkaitan antara korban dan kedua pelaku. Motif penusukan juga masih belum dapat disimpulkan karena identitas pelaku belum terungkap.
"Sampai saat ini kami masih belum menemukan adanya hubungan atau koneksi antara korban dan terduga pelaku, hal itu masih kami dalami. Kami belum bisa menyimpulkan motif dari peristiwa tersebut karena pelakunya sampai saat ini belum terungkap," ucap Joseph.
Terkait isu pelaku kabur ke luar negeri, polisi telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memantau pergerakan di pintu perbatasan. Namun, langkah pencekalan belum dilakukan karena identitas pelaku belum diketahui.
"Kami belum bisa memastikannya (pelaku kabur ke luar negeri), namun kami sudah berkoordinasi intensif dengan pihak Imigrasi. Tentunya setelah identitas pelaku terungkap langkah pencekalan akan kami lakukan jika memang diperlukan, tapi saat ini belum karena identitasnya belum terungkap," pungkas Joseph.
(dpw/dpw)










































