detikBali

Polisi Selidiki 38 Siswa SD di Lombok Diduga Keracunan Susu MBG

Terpopuler Koleksi Pilihan

Polisi Selidiki 38 Siswa SD di Lombok Diduga Keracunan Susu MBG


Edi Suryansyah - detikBali

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, saat ditemui awak media.
Foto: (Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean. (Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah menyelidiki penyebab keracunan 38 siswa dari SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatusholihin, Kecamatan Kopang, Sabtu (17/1/2026). Polisi telah mengamankan susu dan makanan yang diduga sebagai pemicu peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, menjelaskan penyelidik juga telah melakukan interogasi terhadap sejumlah saksi untuk memperoleh keterangan para pihak, termasuk para guru dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Reskrim sudah melakukan penyelidikan penyebab muntah-muntah tersebut, menginterogasi sejumlah saksi dan mengambil sampel makanan," kata Punguan, kepada detikBali, Minggu (18/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Punguan menjelaskan kini polisi masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dibagikan oleh SPPG kepada para siswa dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Ia menyebut mayoritas dari korban mengalami muntah-muntah, mual, pusing hingga mencret.

"Tinggal menunggu hasil pemeriksaan uji lab dr dinas terkait untuk memperoleh kesimpulan penyebab muntah-muntah yang dialami sejumlah siswa," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau Kepala SPPG Darul Mukti Monggas Desa Darmaji, Baiq Laili Solehatun, yang dikonfirmasi detikBali belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, puluhan siswa muntah hingga mual-mual setelah mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Desa Darmaja, Suhaidi, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 9.00 Wita setelah para siswa mengonsumsi susu yang dibagikan oleh SPPG setempat.

"Iya (benar) terindikasi karena mereka setelah minum susu yang menjadi paket MBG yang disalurkan oleh SPPG," kata Suhaidi, Sabtu.

Sebanyak 38 siswa dirawat di Puskesmas Muncan dan Puskesmas Pengadang. Suhaidi menyebut, rata-rata korban mengeluhkan muntah-muntah, pusing, mual, hingga mencret.

Menurut Suhaidi, susu yang dibagikan kepada para siswa telah memasuki masa kedaluwarsa. Berdasarkan foto kemasan susu yang dia lihat, tercantum masa kedaluwarsa susu tersebut pada 16 Januari 2026.

"Besar kecurigaannya karena mereka setelah minum susu kemudian secara masif mual, mencret, dan ada juga yang diinfus," ujar Suhaidi.

Suhaidi berharap susu yang dibagikan kepada siswa tersebut dilakukan uji laboratorium. Menurutnya, peristiwa seperti ini seharusnya tak terjadi karena setiap SPPG memiliki ahli gizi yang bertugas menjamin keamanan makanan.

"Susunya ini sudah expired, sejak hari ini dan ada juga yang kemarin. Ini kan sangat membahayakan kesehatan anak-anak. Saya minta SPPG ini harus hati-hati dan lebih teliti. Karena ini persoalan nyawa manusia," pungkasnya.




(hsa/hsa)










Hide Ads