Polri akan membangun sebanyak 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 2026 di seluruh wilayah di Indonesia. Sedangkan tahun ini akan dibangun 1.100 SPPG.
"Target kami tahun ini sesuai perintah Bapak Presiden melalui Bapak Kapolri, di tahun ini kami akan membangun 1.100 SPPG. Kalau tahun 2026, itu sisanya 400 SPPG yang akan dibangun di seluruh Indonesia," ujar Dedi kepada wartawan seusai meninjau SPPG di SPN Polda NTT, Sabtu (29/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menjelaskan jumlah SPPG yang dibangun Polri selama 2025 hingga 2026 mencapai 1.500. "Polri bertanggung jawab untuk membangun SPPG hingga tuntas pada 2026," jelas Dedi.
Ia menegaskan Polri sangat ketat dalam pengawasan standarisasi. Kemudian, ia mengaku sudah mengingatkan semua produk makanan yang dihasilkan dari SPPG Polri harus melalui food safety.
"Itu guna memitigasi keracunan dan sebagainya," pungkas Dedy.
98 SPPG di Wilayah 3T
Dedi Prasetyo mengungkapkan Polri bakal bangun 98 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ada rencana sesuai permintaan Bapak Presiden, Bapak Kapolri memerintahkan untuk membangun SPPG di wilayah 3T. Polri mendapat mandat untuk membangun di 3T ada 98 SPPG," ujar Dedi.
Dedi menjelaskan khusus di NTT, Polri akan membangun 16 SPPG di 3T yang ada di NTT. Kemudian untuk SPPG reguler akan dibangun di 12 titik atau lokasi.
"Jadi semuanya Mabes Polri dengan Polda NTT akan membangun tambahan 28 SPPG," jelas Dedi.
Khusus di NTT, Dedi berujar, ditargetkan pekan depan sudah mulai dikerjakan. Menurutnya, Prabowo Subianto juga akan meresmikan bidang operasional di Mabes Polri sekitar 264.
"Target di NTT minggu depan harus peletakan batu pertama (pembangunan SPPG)," pungkas Dedi.
(nor/nor)











































