Nusra Sepekan

Polwan Bunuh Suami, Kades Bakar Inspektorat, hingga Pembunuhan Mahasiswi Unram

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 21 Sep 2025 18:10 WIB
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta memimpin konferensi pers terkait kasus pembunuhan mahasisiwi Unram di Pantai Nipah, Sabtu (20/9/2025). (Dok. Polres Lombok Utara)
Mataram -

Sejumlah peristiwa kriminal di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sorotan publik sepanjang pekan ini. Mulai dari penetapan polwan Briptu Rizka Sintiyani sebagai tersangka pembunuhan suaminya, Brigadir Esco Faska Relly, hingga kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Ni Made Vaniradya.

Kasus lain yang juga ramai dibicarakan adalah pembakaran kantor Inspektorat Kabupaten Bima yang ternyata dilakukan secara terencana. Seorang kepala desa (kades) bersama dua orang rekannya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Berikut rangkuman kasus-kasus kriminal terpopuler sepekan di Nusa Tenggara yang kami rangkum dalam rubrik Nusra Sepekan:

Istri Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir Esco

Intel Polsek Sekotong, Lombok Barat, Brigadir Esco Faska Rely, yang ditemukan tewas membusuk dengan leher terikat tali. Foto: dok. Polres Lombok Barat

Teka-teki pembunuhan Brigadir Esco Faska Relly akhirnya terungkap. Polisi menetapkan istrinya sendiri, Briptu Rizka Sintiyani, sebagai tersangka. Penetapan itu dilakukan setelah gelar perkara di Polda NTB.

"Ya, istrinya menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid, Jumat (19/9/2025).

Meski demikian, motif pembunuhan belum terungkap. Isu orang ketiga sempat mencuat di media sosial, namun polisi memilih bungkam. Kini, Briptu Rizka telah ditahan di Rutan Polda NTB.

Kuasa hukum Briptu Rizka, Rosihan Zulby, menilai ada kejanggalan dalam penetapan tersangka ini. Ia menyebut bukti yang ada belum tentu membuktikan kliennya sebagai pelaku.

Jasad Brigadir Esco ditemukan pada 24 Agustus lalu di kebun belakang rumahnya di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Kondisinya sudah membusuk, dengan leher terikat tali di bawah pohon.

Awalnya, Esco diduga bunuh diri. Namun hasil autopsi mengungkap adanya tanda penganiayaan dengan benda tumpul. Polisi menyebut ada dugaan kuat korban sempat dianiaya sebelum meninggal dunia.

Simak Video "Video: Pelaku Pembunuhan Gadis di Lumajang Berhasil Diringkus"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB