Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berkelakar ketika ditanya soal logistik partai untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Kebutuhan logistik itu mulanya disampaikan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer.
"Logistik ini kadang-kadang menjadi faktor utama dalam kesuksesan. Nah, dan saya rasa kalau logistik kami agak kurang, jadi ya perlu dibantu oleh DPP," ujar Demer di hadapan Bahlil saat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar se-Bali di Denpasar, Sabtu (3/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demer menyatakan kesiapan kader Golkar di Bali menyongsong Pemilu 2029. Dia pun meminta Bahlil sebagai Ketum Golkar untuk membantu pemenuhan logistik partai beringin di Bali.
Merespons permintaan Demer itu, Bahlil menjawabnya sembari berkelakar dengan ungkapan khas orang Papua. Bahlil mengaku sudah bisa membaca permintaan Demer yang baru dilantiknya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali.
"Jadi Bang Demer tadi menyampaikan, menyangkut logistik, itu seperti orang Papua bilang, Ade kau baru mau tulis, kakak sudah baca," kata Bahlil disambut tawa para kader Golkar yang hadir.
Bahlil mengatakan logistik partai untuk setiap daerah sudah terjamin dalam program yang dia susun. Dia mencontohkan saat HUT Partai Golkar, DPP Golkar selalu memberikan kontribusi kepada cabang partai di tingkat daerah.
Di sisi lain, Bahlil juga meminta agar kader Golkar tetap solid demi meningkatkan posisi partai di Bali. "Khusus untuk Bang Demer, saya meminta kepada semua teman-teman agar kompak," kata Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM itu.
Diketahui, Bahlil melantik Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025-2030. Pelantikan juga dilakukan untuk seluruh pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Bali dan DPD II Partai Golkar tingkat kabupaten/kota se-Bali.
Sejumlah petinggi Golkar turut menghadiri pelantikan pengurus DPD Golkar di Bali tersebut. Termasuk Sekjen sekaligus Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji; Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji; Menteri P2MI, Mukhtarudin; hingga Menteri UMKM Maman Abdurahman.
(iws/iws)