Penipu Online Beraksi dari Hutan Sumsel, Tipu Warga Jembrana Rp 798 Juta

Penipu Online Beraksi dari Hutan Sumsel, Tipu Warga Jembrana Rp 798 Juta

I Putu Adi Budiastrawan - detikBali
Minggu, 05 Feb 2023 16:48 WIB
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana saat melaksanakan pers release di depan Aula Polres Jembrana, Minggu (5/2/2023).
Foto: Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana saat melaksanakan pers release di depan Aula Polres Jembrana, Minggu (5/2/2023). (I Putu Adi Budiastrawan/DetikBali)
Jembrana -

Kasus penipuan transaksi elektronik atau online diungkap jajaran Polres Jembrana. Korban dengan inisial HS (40) ditipu melalui pesan whatsapp (WA) untuk mengirim kode One Time Password (OTP) dari salah satu bank pelat merah. Walhasil, korban kehilangan uang hingga Rp 798 juta. Terungkap, pelaku beraksi dari hutan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana dalam rilis media di depan Aula Polres Jembrana, Minggu (5/2/2023) menjelaskan, kasus tersebut diselidiki berdasarkan laporan polisi pada 7 Maret 2022.

"Kejadian itu pada 2 Januari 2022, dengan korban yang berasal dari salah satu kelurahan di Kecamatan Negara dengan total kerugian mencapai Rp 798 juta," ungkap Dewa Juliana.

Modus yang dilakukan pelaku, dia secara acak mengirimkan pesan Whatsapp (WA) informasi adanya hadiah dari bank tempat korban memiliki rekening. Untuk mencairkan hadiah, syaratnya meminta kode OTP.

"Dari hasil penyelidikan, dibantu dengan informasi dari perbankan terkait aliran dana dari rekening korban, ditemukan pelaku dengan inisial Eko Jaya Saputra (29) asal Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan," papar Dewa Juliana.

Dari hasil interogasi terhadap pelaku, dirinya melakukan aksi penipuan tersebut bersama tiga orang temannya di sebuah hutan di daerah Sumatera Selatan. Dia meninggalkan tiga handphone di sebuah pondok dengan tujuan agar susah dilacak.

Tiga orang pelaku lainnya saat ini masih diburu Polres Jembrana.

"Untuk seluruh tersangka memiliki peran masing-masing, dan tersangka Eko ini sebagai pelaku utama yang bertugas menghubungi korban," kata Dewa Juliana.

Dijelaskan, tiga orang pelaku lain memiliki peran berbeda. Di antaranya sebagai pengacak username di aplikasi mobile banking. Ketika modus penipuan tersebut berhasil dilakukan, pelaku lain kemudian melakukan penjualan saldo di beberapa aplikasi online.

"Jadi uang tersebut tidak langsung dikirim ke rekening pelaku, melainkan disebar ke beberapa rekening dan digunakan untuk transaksi online, serta menjual ke agen-agen yang dapat ditarik tunai, serta melakukan pembelian satu uni kendaraan roda empat," kata Dewa Juliana.

Dari penangkapan pelaku ini, satu unit mobil Mitshubishi Pajero Sport warna putih dengan nopol BG 1039 UK lengkap dengan surat-suratnya serta uang tunai sebesar Rp 4,5 juta diamankan.

"Seluruh barang bukti serta pelaku Eko ini kami amankan di rumah mertuanya dan masih satu kabupaten di Sumatera Selatan," jelas Dewa Juliana.

Pelaku juga mengakui bahwa telah melakukan aksinya ini sejak 2019. Dari hasil menipu, hingga saat ini pelaku meraup Rp 1,7 miliar.

"Namun penipuan dengan korban di Jembrana ini paling besar," ujar Dewa Juliana.

Pelaku dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun serta paling lama 20 tahun.

"Kami tetap berupaya untuk melakukan efek jera terhadap pelaku," ujar Dewa Juliana.

Sementara, dari pengakuan pelaku Eko, dia menipu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia beralasan saat ini usaha sarang walet miliknya tidak cukup untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Sehingga menemukan ide untuk mencari uang dengan cara instan.

"Saat ini sarang walet sepi, jadi mau bagaimana lagi, kebutuhan ekonomi juga," kata Eko.



Simak Video "Iming-Iming Jadi Pegawai Kantor OJK, Pecatan sekuriti Tipu 16 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/nor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT