Terendus Anjing Pelacak, WN New Zealand Penerima Paket Kokain Dibekuk

Terendus Anjing Pelacak, WN New Zealand Penerima Paket Kokain Dibekuk

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Kamis, 29 Sep 2022 16:23 WIB
WN Selandia Baru usai ditangkap petugas karena menerima paket kokain dari Kanada
WN Selandia Baru usai ditangkap petugas karena menerima paket kokain dari Kanada. (Foto: I Wayan Sui Suadnyana)
Denpasar -

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru berinisial MP ditangkap petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Ngurah Rai, Bali.

Ia ditangkap sesaat setelah menerima paket narkoba jenis kokain dari seorang temannya asal Kanada yang dikirim via pos mail.

"MP mengakui bahwa paket yang ditujukan untuk dirinya dikirim oleh temannya dari Kanada, pada saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut ditemukan narkotika jenis kokain, ketamin dan MDMA," kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra saat konferensi pers di kantornya, Kamis (29/9/2022).


Dari penangkapan ini, petugas menyita barang bukti berupa kokain seberat 3,03 gram netto, metilendioksimetamfetamin (MDMA) seberat 1,87 gram netto dan Ketamin dengan berat 1,74 gram netto.

Menurut Sugianyar, pria itu memang berstatus sebagai salah satu warga negara Selandia baru.

Sedangkan Kepala KPPBC TMP Ngurah Rai Mira Puspita Dewi menuturkan, pihaknya mengetahui adanya kiriman paket narkoba setelah anjing pelacak (k-9) melakukan pemeriksaan terkait barang paket barang kiriman. Pelacakan barang kiriman tersebut melalui Kantor Pos Denpasar.

"Ini merupakan hasil k-9 atau anjing pelacak kami yang melakukan pemeriksaan terkait barang paket kiriman melalui Kantor Pos Denpasar," kata Mira.

Barang tersebut tiba di kantor pos pada 26 Agustus lalu dan dilakukan control delivery pada 29 Agustus 2022.

MP ditangkap di halaman parkir ruko di lingkungan Perumahan Griya Alam Pecatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung pada Selasa 30 Agustus 2022.

Atas perbuatannya, MP MP kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 113 ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Untuk ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,"jelas Mira Puspita Dewi.



Simak Video "BNN Ungkap Pabrik Ekstasi Rumahan Berkedok Warung Pempek"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)