Cerita Kakek di Mataram, Kumat Jadi Bandar Togel Setelah Sembuh Stroke

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 18 Agu 2022 13:58 WIB
Dua orang bandar togel yang dibekuk Polresta Mataram, Kamis (18/8/2022).
Dua orang bandar togel yang dibekuk Polresta Mataram, Kamis (18/8/2022). (detikBali/Ahmad Viqi)
Mataram -

Seorang kakek berinisial Y (62) menjadi salah satu dari dua bandar togel yang ditangkap Polresta Mataram. Ia mengaku pernah berhenti menjual togel lantaran sakit stroke. Setelah sembuh, Y kumat lagi menjadi bandar togel dengan alasan perekonomian keluarga yang sulit.

"Waktu itu saya stroke. Jadi sempat berhenti. Tapi kambuh lagi," kata Y saat diamankan polisi di Mapolres Kota Mataram, Kamis (18/8/2022).

Menurut Y, dirinya hanya sebagai pesuruh pelaku T untuk mencari pelanggan pembeli nomor togel di wilayah Mataram. Pria yang sudah memiliki cucu ini pun mengaku bisa mendapatkan upah lebih jika bandar menang.


"Ya nggak tentu dapat berapa. Paling sehari masuk kalau bandar menang ya sejuta," kata Y bercerita.

Sementara itu, tersangka T (45) menjelaskan ada rumus dan tata cara yang perlu diperhatikan saat menjual nomor togel. Setiap nomor yang dijual memiliki harga bervariasi.

"Semakin banyak nomor yang dibeli semakin sulit menang. Makanya pelanggan kadang belinya hanya 2 nomor dan 3 nomor," kata T.

Diberitakan sebelumnya, dua orang bandar togel inisial T (45) dan Y (62) kembali dibekuk tim Puma Polresta Mataram. Keduanya merupakan residivis kasus yang sama dan sudah keluar dari penjara beberapa tahun lalu. Selama hampir satu tahun jualan nomor togel, keduanya meraup omzet mencapai miliaran rupiah!

"Omzet dalam sehari saja Rp 4 juta untuk penjualan empat nomor togel. Jadi kalau kita kalkulasi selama 1 tahun, terduga pelaku telah mendapatkan omzet sekitar miliaran," kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa, Kamis (18/8/2022) di Mataram.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menambahkan, kedua pelaku diamankan di dua lokasi. Lokasi pertama di kediaman Y. Berdasarkan hasil pengembangan, ternyata Y menyetor uang hasil penjualan nomor togel ke tersangka T.

"Keduanya memang residivis, satu jaringan. Jadi memang mereka ini menerima pesanan. Kadang via handphone baru uangnya diserahkan ke bandar T," kata Kadek.

Kini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 5 pulpen, 2 bendel kertas rekapan nomor togel, 2 kalkulator, 1 unit handphone merek Oppo, 3 buah staples, 3 lembar paiton bertuliskan nomor togel, dan sejumlah uang tunai.

"Keduanya diancam pasal 303 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," pungkas Kadek Adi.



Simak Video "Tiu Kelep, Bersantai Menikmati Keindahan Air Terjun di Atas Floaties, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/irb)