Kasus Pornografi-UU ITE

6 Deretan 'Aksi Gila' Pasutri Pembuat-Penjual Video Seks Asal Gianyar

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 19:26 WIB
Tersangka Ni Kadek DKS saat berpose dengan seragam SMA
Tersangka Ni Kadek DKS saat berpose dengan seragam SMA (Foto: IST)
Denpasar -

Penangkapan pasangan suami istri (pasutri) pemeran, pembuat dan penyebar dan penjual video berkonten pornografi berinisial GGG (33) dan istrinya Ni Kadek DKS (30) benar-benar membuat warga Bali heboh.

Bikin geger karena banyak yang tak menyangka, aksi pasutri asal Gianyar untuk mendapatkan cuan atau uang instan dilakukan itu dilakukan di luar batas normal.

Sempat berdalih untuk kebutuhan fantasi seksual keduanya, namun setelah ditangkap dan dijadikan tersangka atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pornografi dan Informasi Transaksi Elektronik (ITE), ada banyak temuan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.


Berikut fakta-fakta dan 6 (enam) deretan aksi gila pasutri yang kini sudah memiliki anak satu asal Kabupaten Gianyar Bali usai ditangkap dan dijadikan tersangka :

Video Pertama Dibuat 2019 dan Belum Menikah

Sesuai keterangan polisi, pembuatan video yang dilakukan tersangka GGG dan istrinya Ni Kadek DKS dilakukan saat keduanya belum menikah pada 2019.

Mereka berdalih, video seks itu sebagai koleksi pribadi dan untuk kebutuhan fantasi seks keduanya saat berhubungan intim.

Pada 2019, keduanya belum mengambil tarif terkait video yang dibuat.


Kecanduan dan Mengkomersilkan Koleksi Video seks 2020


Pasutri asal Gianyar ini mengaku, pada akhir 2020 muncul niatan untuk membuat dan menjual video seks mereka ke publik. Modus tersangka yakni dengan membuat grup Telegram dan akun tweeter yang digunakan untuk memposting video seks yang mereka buat.

"Apabila ada yang ingin bergabung ke dalam grup telegram tersebut, tersangka meminta bayaran sebesar Rp 200 ribu. Sampai saat ini tersangka memiliki tiga grup telegram yang beranggotakan ratusan orang dan keuntungan yang didapat hingga saat ini kurang lebih sebesar Rp 50 juta," jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.

Tawarkan Adegan Ranjang dengan Bule dan Driver Ojol

Demi koleksi dan variasi konten video seks berbayar, tersangka GGG yang berprofesi sebagai karyawan swasta menawarkan WNA atau bule untuk membuat konten dan ngesek bareng. Termasuk WNI dan drivel ojek online (ojol)

Hal ini seperti dibenarkan Plt Direktur Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya S.I.K, S.H., M.H.

Kata AKBP Ambariyadi Wijaya, pemeran video dilakukan tersangka Ni Kadek DKS dan pihak lain dan direkam langsung oleh tersangka GGG.

Tawarkan aktivitas seks mulai Threesome Hingga Ngesek Depan Anak Kandung

Lagi-lagi demi dalih fantasi dan konten, pasutri tersangka UU Pornografi dan UU ITE ini melakukan aktivitas seks layaknya artis professional

Adegan Seks Dilakukan di Rumah dan Gunakan Beragam Kostum

Untuk kebutuhan koleksi dan memperkaya konten, pasutri ini selain melakukan fantasi seksual beragam, mereka juga mengenakan beragam kostum. Bahkan ada juga yang mengenakan segaram layaknua siswi SMA.

Buat Konten Video Seks dalam Kondisi Hamil

Sesuai pengakuan kedua tersangka, Tersangka Ni Kadek DKS sempat melakukan aksi bugil dan adegan ranjang saat kondisi hamil. Bahkan dari pengakuan tersangka, Ni Kadek DKS juga melakukan adegan seks berempat dan direkam langsung oleh suaminya (Tersangka GGG)



Simak Video "Geger Sejoli Berpakaian Adat Bali Mesum di Mobil Usai Melukat"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)