Driver Ojol Lecehkan Siswi SMA Jadi Tersangka, Terancam 15 Tahun Bui

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 12:13 WIB
Poster
Foto: ilustrasi pelecehan seksual (Edi Wahyono)
Denpasar -

Seorang pengemudi atau driver ojek online (ojol) yang melecehkan siswi sekolah menengah atas (SMA) di Kota Denpasar, Bali telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit V Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar. Driver ojol tersebut sudah ditahan polisi.

"Sudah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan tanggal 9 Agustus 2022," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangannya kepada detikBali, Jumat (12/8/2022).

Menurut Sukadi, pria tersebut kini dijerat dengan Pasal 76E juncto Pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak.


"Hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, denda Rp 5 miliar rupiah," terang Sukadi

Sebelumnya, seorang siswi sekolah menengah atas (SMA) di Kota Denpasar, Bali berinisial BAPK (15) menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum pengemudi atau driver ojek online (ojol), pada Senin (8/8/2022) lalu. Siswi yang masih duduk di kelas 10 SMA itu dilecehkan driver ojol saat diantarkan pulang usai kerja kelompok.

"TKP-nya (pelecehannya) sepanjang jalan dari Jalan Teuku Umar Barat Denpasar sampai di perumahan Denpasar Selatan," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangannya kepada detikBali, Kamis (11/8/2022) malam.

Adapun driver ojol yang melakukan pelecehan tersebut yakni berinisial DGDPB (27) yang tinggal di Jalan Sutomo, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.



Simak Video "Driver Ojol Tercebur ke Selokan Gegara Ngantuk, Damkar Diterjunkan"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/iws)