Ini Sosok Pria di Melaya yang Mayatnya Membusuk Dipenuhi Belatung

Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 14 Mei 2022 19:25 WIB
Mayat penuh belatung
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Jembrana -

Meninggalnya Akmaluddin (51), warga Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana dengan cara tragis dengan kondisi memprihatinkan masih jadi perbincangan warga.

Saat ditemukan di kamar rumahnya, selain mengeluarkan bau tak sedap, jasad Akmaluddin juga sudah dikerubungi belatung.

Lalu siapa sebenarnya Akmaluddin dan bagaimana sosok mendiang semasa hidup?


Informasi detikbali dari keterangan warga sekitar, semasa hidup, mendiang Akmaludin diketahui sering kawin cerai.

Bahkan kata warga sekitar, korban semasa hidup sudah empat kali kawin cerai. Yang mengejutkan lagi, sebelum meninggal, korban juga diketahui memiliki pacar. "Katanya punya pacar, tapi maaf pacarnya ini istri orang, kone (katanya),"ujar warga ditemui di lokasi kejadian.

Kata warga, sebelum ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan, Akmaluddin juga dikenal sebagai sosok yang sangat jarang di rumah.

"Sering pergi. Apalagi dia (korban) tinggal seorang diri. Kami tidak tahu persis aktivitasnya. Tapi jarang di rumah memang,"imbuh warga.

Bahkan imbuh warga, karena jarang di rumah, warga yang tinggal tak jauh dari rumah korban mengaku tidak mengetahui jika Akmaluddin sakit dan sudah meninggal.

Warga mengaku baru tahu setelah sempat beberapa kali curiga karena mencium bau busuk saat hendak pergi mengaji dan melintas dekat rumah korban.

Meski mencium bau busuk, warga juga mengira jika bau tak sedap itu berasal dari bangkai tikus

Sementara, senada dengan cerita warga, Bahja, paman korban menuturkan, mendiang Akmalludin sudah lama tidak bisa dihubungi sejak sepekan lalu.

Kata Bahja, biasanya saat hari raya, mendiang selalu datang ke rumahnya yang berada dibelakang rumah.

Namun saat lebaran lalu, korban tidak datang. Tapi kata tetangganya sempat silaturahmi pada hari Rabu (4/5/2022). "Terakhir hari Kamis sempat dihubungi (ditelepon) setelah itu, tidak bisa lagi," kata Bahja.

Karena sudah tidak bisa kontak, pihak keluarga juga tidak menaruh curiga kepada korban dan mengira korban bepergian keluar rumah.

Bahja juga membenarkan, awal ditemukan korban, bermula dari kecurigaan warga saat melintas di gang samping rumah korban.

Saat itu, imbuh Bahja, ada warga yang mencium bau busuk. Warga mengira bau muncul dari bangkai tikus. "Anak-anak yang mau mengaji ke masjid bilang ada bau busuk bangkai," ungkapnya

Karena bau busuk yang tidak hilang sejak beberapa hari dan makin menyengat, akhirnya warga menghubungi saksi.

Selanjutnya, bersama warga sekitar, Bahja masuk paksa ke dalam rumah korban melalui jendela.

Saat ditemukan, ia dan warga sudah mendapati korban dalam keadaaan meninggal terlentang dengan kondisi membusuk dan dipenuhi belatung di dalam kamar.

Bahja menduga, korban meninggal akibat sakit darah tinggi dan stroke ringan yang dideritanya. "Ponakan saya ini memang dia sering sakit," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Melaya, Jembrana Kompol I Made Katon membenarkan dengan penemuan jasad korban.

"Hasil olah TKP korban ditemukan memakai celana kain warna coklat, tubuh semua dipenuhi belatung kulit serta kulit sudah mengelupas," tukasnya.



Simak Video "Ekspresi Tak Kuasa Pengunjung Sidang Lihat Foto Jasad Yosua Usai Ditembak"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)