Di Balik Pernikahan Sejoli di Tahanan Polresta Denpasar

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 20 Apr 2022 12:28 WIB
Pasangan Bawa-Purnami saat menggelar prosesi pernikahan di Polresta Denpasar
Pasangan Bawa-Purnami saat menggelar prosesi pernikahan di Polresta Denpasar. (Foto : Dok.detikcom)
Denpasar -

Tidak ada satupun pasangan yang mau merayakan momen bahagianya dengan melangsungkan pernikahan di kantor polisi.

Begitu juga dengan I Wayan Bawa Kartika dan kekasihnya I Ketut Purnami.

Keduanya melangsungkan pernikahan di Polresta Denpasar karena Bawa ditangkap karena terjerat kasus narkotika. Perasaan bahagia, malu, cemas, was was dan bahkan takut bercampur aduk.


Seperti diketahui, Bawa dan Purnami melangsungkan pernikahan di Rutan (rumah tahanan) Polresta Denpasar. Prosesi pernikahan antara tahanan asal Gianyar dengan kekasihnya yang asal Kuta, Badung ini dilangsungkan secara Hindu.

"Prosesi pernikahan dilaksanakan secara Hindu. Kami panggil ke pihak keluarganya setuju untuk dilaksanakan di sini (Polresta Denpasar). Walaupun diupacarai pawiwahan (atau) perkawinan itu secara kecil, tetap perkawinan itu sah. Dan itu ada prajurunya, perwakilan desa adat," terang Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polresta Denpasar Kompol I Nengah Sumadi, kepada detikBali dari Denpasar.

Menurut Sumadi, ada alasan mendasar bagi pihak perempuan untuk menikah meski harus di area kantor polisi.

Pertama selain Purnami sudah berbadan dua dan usai kehamilannya mencapai tujuh bulan, kata Sumadi, dari Purnami dan keluarga juga sempat terbersit rasa takut.

"Kan anaknya ke depan nanti biar ada yang mengakui pas lahir. Takutnya nanti lahir tanpa tuan (ayah),"kata Sumadi.

Pun saat ditanya mengapa tak diberikan izin tahanan untuk pulang sementara guna menggelar upacara pernikahan di rumah, Sumadi menjawab bahwa hal itu bukanlah kewenangannya.

Sebab saat ini Bawa Kartika berstatus sebagai tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. Bawa Kartika saat ini berada di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Denpasar karena dititipkan oleh pihak Kejari Denpasar.

Karena itu, Kejari Denpasar yang berwenang memberikan izin terkait pernikahan tersebut. Polresta Denpasar hanya menyediakan tempat dilangsungkannya acara pernikahan. Sebelum acara pernikahan dilakukan, pihak Kejari Denpasar telah bersurat ke Polresta Denpasar guna meminta izin tempat.

"Dasarnya dari kejaksaan, ini kan tahanan titipan dari kejaksaan. Dari kejaksaan itu mengirim surat ke polres untuk melaksanakan pernikahan, pinjam tempat di sini," ungkap Sumadi.

Selain meminjamkan tempat, Polresta Denpasar juga mendukung acara pernikahan itu dengan menyiapkan berbagai perlengkapan seperti meja, karpet, kebutuhan personel, hingga musik gamelan dan matur piuning. Sementara untuk banten disiapkan oleh keluarga pengantin.



Simak Video "Gegara Narkoba, Pria Ini Terpaksa Menikah di Kantor Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)