Waspada Arisan Online! Ira Diduga Tilep Uang Anggota-Kini Ditahan

Sui Suadnyana - detikBali
Senin, 18 Apr 2022 15:08 WIB
Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menahan wanita bernama Ira Yuanita Kweani yang diduga sebagai pelaku penggelapan uang arisan online. Ira Yuanita Kweani langsung ditahan oleh Kejari Denpasar usai dilimpahkan oleh Polda Bali.
Terdakwa arisan online langsung ditahan usai pelimpahan kasusnya di Kejaksaan Negeri Denpasar Senin (18/4/2022). (Dok. Kejari Denpasar)
Denpasar -

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menahan wanita bernama Ira Yuanita Kweani yang diduga sebagai pelaku penggelapan uang arisan online. Ira Yuanita Kweani langsung ditahan oleh Kejari Denpasar usai dilimpahkan oleh Polda Bali.

"Terhadap terdakwa Ira Yuanita Kweani dilakukan penahanan di Rutan Polda Bali berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar tertanggal 18 April 2022," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar I Putu Eka Suyantha dalam keterangan tertulis kepada detikBali, Senin (18/4/2022).

Terdakwa Ira Yuanita Kweani dan barang bukti telah diserahkan oleh Polda Bali. Distributor pancake durian dan owner arisan online ILK itu diduga melakukan tindak pidana penggelapan atau penipuan dengan dua pelapor berbeda. Penggelapan itu diduga terjadi dari Agustus 2019 hingga Februari 2020 di rumahnya di Tukad Balian Perum Nuansa Tukad Balian, Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.


Atas perbuatannya itu, Ira Yuanita Kweani diduga melanggar Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Eka mengatakan, sekitar Agustus 2020, salah satu pelapor diberitahu oleh iparnya bahwa yang bersangkutan ikut arisan online milik Ira Yuanita Kweani. Saat itu pelapor tak tertarik karena belum kenal dengan yang bersangkutan.

Keesokan harinya, adik ipar kembali memberitahu pelapor kalau banyak orang tua siswa SD Petra Berkat yang ikut arisan tersebut. Setelah mengkonfirmasi kepada berbagai saksi lainnya, pelapor akhirnya mau ikut join arisan tersebut.

Pelapor dihubungi oleh Ira Yuanita Kweani pada 19 Agustus 2020. Saat itu pelapor mengatakan mau ikut satu kloter dan telah menerima penarikan dari kloter tersebut. Kemudian pada 7 Oktober 2020, pelapor secara resmi menjadi member di arisan online ILK milik Ira Yuanita Kweani dengan menandatangani surat perjanjian arisan dan telah mengikuti 27 kloter dengan menyerahkan total modal sebesar Rp 216.425.000.

"Pada Desember 2019 mulai ada masalah dimana uang penarikan milik pelapor yang seharusnya jatuh tempo pada bulan Desember 2019 tersebut tidak bisa dicairkan dengan alasan perbaikan sistem," terang Eka.

Selanjutnya pada 21 Januari 2020, Ira Yuanita Kweani membuat surat pernyataan yang isinya siap menanggung segala pengembalian balik modal member yang masih tertunda. Ia meminta waktu satu bulan sampai 29 Februari 2020. Ira Yuanita Kweani kemudian menyicil pembayaran modal milik pelapor sebesar Rp. 21.500.000 pada 20, 23 dan 24 Januari 2020. Karena itu, sisa modal yang belum terbayarkan sebesar Rp 193.925.000.

"Sampai saat ini tersangka belum juga mengembalikan sisa uang balik modal milik pelapor tersebut tersebut dengan alasan uang milik pelapor digunakan oleh tersangka untuk membayar bon member atas yang memiliki bon di kloter lainnya dan tidak dipergunakan untuk perputaran arisan pada 27 kloter tersebut," jelas Eka.

Padahal sebenarnya tersangka sendiri yang membuat dan mengatur bon dengan menempatkan member bon ini di urutan nomor penarikan atas. Pelapor kemudian dijanjikan akan mendapat penarikan pada kloter-kloter yang diatur oleh tersangka untuk modal usaha.

"Namun faktanya tersangka tidak memberikan uang penarikan tersebut malah dijadikan sebagai bon oleh tersangka sehingga uang yang disetorkan oleh member bawah pada 27 kloter digunakan oleh tersangka sendiri untuk kepentingan pribadi karena tidak dapat menunjukkan bukti pembayaran bon tersebut," papar Eka.



Simak Video "Ibu Muda di Subang Tipu Ratusan Orang Via Arisan Online Fiktif, Raup Rp 2 M"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)