Pawai ogoh-ogoh menjadi perhelatan yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya menjelang Nyepi. Keseruan pawai ogoh-ogoh ini dilakukan sehari menjelang Catur Brata Penyepian. Arak-arakan ogoh-ogoh bukan sekadar parade patung-patung besar tetapi juga bentuk pengusiran roh jahat di malam Pengerupukan.
Bagi anda yang berminat menonton pawai ogoh-ogoh jangan lewatkan kesempatan setahun sekali. Berikut jadwal parade ogoh-ogoh di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan Pawai Ogoh-ogoh Diselenggarakan?
Seperti diketahui, Nyepi merupakan hari pertama tahun baru Saka. Sebelum melakukan Nyepi, ada beberapa rangkaian yang dilakukan menuju hari tersebut. Salah satu yang paling dinanti adalah malam Pengerupukan. Terjadi satu hari sebelum Nyepi.
Hari Raya Nyepi akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Dengan begitu pawai ogoh-ogoh di malam Pengerupukan akan diselenggarakan pada Rabu, 18 Maret 2026. Biasanya akan dimulai sejak sore hari hingga selesai malam hari dengan maksimal pukul 23.00 Wita.
detikers bisa menonton pawai ogoh-ogoh di hampir semua tempat di Bali. Desa-desa adat akan menyelenggarakan parade ogoh-ogoh di tempatnya masing-masing. Beberapa tempat seperti Catur Muka Denpasar, Sanur, dan Kuta adalah lokasi yang ramai didatangi wisatawan saat pawai ogoh-ogoh malam Pengerupukan.
Sekilas Tentang Malam Pengerupukan
Malam Pengerupukan adalah salah satu rangkaian yang dilakukan sebelum Nyepi. Tradisi malam Pengerupukan dengan menghadirkan Ogoh-ogoh telah berlangsung sejak tahun 70/80an.
Malam Pengerupukan merupakan simbol sebagai perlawanan terhadap kejahatan atau adharma. Pembakaran ogoh-ogoh setelah pawai diyakini mengusir kekuatan jahat yang ada di kehidupan manusia.
Pembuatan ogoh-ogoh biasanya telah dilakukan beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelumnya. Ogoh-ogoh yang telah jadi diarak oleh banyak pemuda. Pawai ini juga melibatkan alat musik agar menimbulkan suara keras.
Malam Pengerupukan juga menyebarkan nasi tawur dan menyalakan obor atau api. Semuanya adalah simbol pengusiran menjaga agar roh halus tidak mengganggu manusia.
Dengan ramainya pawai yang dihadiri oleh warga dan wisatawan, tidak heran ini menjadi daya tarik utama wisata di Bali. Bahkan ada turis yang sengaja datang jauh-jauh dari tempat asalnya hanya untuk melihat dan merasakan suasana pawai ogoh-ogoh dan Hari Raya Nyepi.
(nor/nor)










































