detikBali

AS Serang Iran di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Naik

Terpopuler Koleksi Pilihan

AS Serang Iran di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Naik


Retno Ayuningrum - detikBali

U.S. and Iranian flags, 3D printed oil barrels and rising stock graph are seen in this illustration taken March 23, 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Denpasar -

Harga minyak mentah dunia kembali menembus US$ 90 per barel setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz.

Dikutip dari detikFinance, minyak mentah berjangka Brent melejit US$ 2,22 atau naik 2,52% menjadi US$ 90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT, Senin (31/8). Sementara itu, minyak mentah berjangka U.S. West Texas Intermediate (WTI) ikut terkerek US$ 2,01 atau 2,41% ke level US$ 85,41 per barel.

Lonjakan harga minyak tersebut terjadi setelah militer AS secara mengejutkan melancarkan serangan udara yang menghantam dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz pada Senin dini hari. Aksi militer tersebut dikonfirmasi pejabat pertahanan AS dan tercatat sebagai gempuran langsung pertama AS terhadap Iran sejak akhir Juli lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan resmi pejabat AS tersebut, serangan ini terpaksa dilayangkan karena pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tertangkap basah sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke jalur vital Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Iran pun langsung merespons aksi tersebut. Menurut laporan Fox News yang mengutip sumber internal AS, Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pasukan AS yang bermarkas di Yordania.

Meski demikian, gempuran balasan tersebut diklaim nyaris tidak membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan unggahan di platform X, hampir seluruh rudal yang meluncur ke arah pangkalan AS tersebut berhasil dicegat tanpa menimbulkan dampak berarti.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan awal AS di Pulau Larak telah memakan korban jiwa dan luka-luka, yang melibatkan personel militer maupun warga sipil. Garda Revolusi Iran pun langsung mengeluarkan ancaman keras dan menegaskan tindakan AS ini akan segera dibalas Iran.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads