detikBali

Pertamina Tambah 700 KL Pertalite, Antrean SPBU Bali Ditargetkan Normal Lagi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pertamina Tambah 700 KL Pertalite, Antrean SPBU Bali Ditargetkan Normal Lagi


Fabiola Dianira - detikBali

Kondisi antrean kendaraan di salah satu SPBU di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, yang mengular hingga ke jalan, Kamis (27/8/2026). (Fabiola Dianira)
Kondisi antrean kendaraan di salah satu SPBU di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, yang mengular hingga ke jalan, Kamis (27/8/2026). (Fabiola Dianira)
Denpasar -

Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran Pertalite sebanyak 700 kiloliter (KL) di Bali. Penambahan pasokan ini dilakukan untuk mengatasi antrean kendaraan dan kekosongan stok yang sempat terjadi di sejumlah SPBU.

Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU terjadi seiring dengan penyesuaian stok Pertalite di beberapa titik suplai, khususnya Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran. Menurutnya, kondisi tersebut bersifat sementara dan saat ini ditangani melalui percepatan pasokan serta optimalisasi distribusi ke SPBU yang membutuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memahami ketidaknyamanan masyarakat akibat antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Pertamina telah melakukan langkah mitigasi dengan meningkatkan penyaluran Pertalite serta memperkuat pasokan dari terminal BBM. Upaya ini kami lakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi dapat berlangsung secara merata," ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Sebagai langkah mitigasi, pada Kamis (27/8/2026), Pertamina meningkatkan penyaluran Pertalite menjadi total 2.300 kiloliter (KL). Jumlah tersebut meningkat 700 KL dibandingkan penyaluran pada hari sebelumnya yang mencapai 1.600 KL melalui IT Manggis dan FT Sanggaran.

ADVERTISEMENT

Selain meningkatkan penyaluran, Pertamina juga memperkuat ketahanan stok melalui percepatan pasokan berikutnya ke IT Manggis dan FT Sanggaran. Masing-masing pasokan sebesar 22.000 KL dan 2.200 KL itu dijadwalkan tiba pada Jumat (28/8/2026).

"Kami terus memantau kondisi stok dan penyaluran secara intensif serta mengoptimalkan koordinasi antara terminal, mobil tangki, dan SPBU. Kami memastikan langkah percepatan ini terus dilakukan hingga pelayanan di SPBU kembali normal," tambahnya.

Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dan mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar ketersediaan stok dapat terjaga dan distribusi berlangsung optimal serta merata.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat di Bali mengeluhkan kelangkaan BBM jenis Pertalite. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU.

Salah satu SPBU yang kehabisan Pertalite adalah SPBU di Jalan Pulau Komodo, Denpasar. Kondisi antrean yang mengular juga terlihat di salah satu SPBU di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Antrean kendaraan bahkan mengular hingga ke jalan di sebelah SPBU.

Salah seorang warga yang sedang mengantre di SPBU Jalan Pulau Komodo, Made Sandi, mengaku terpaksa membeli Pertamax lantaran stok Pertalite di SPBU yang didatanginya habis. Padahal, biasanya SPBU ini melayani Pertalite untuk sepeda motor sampai tiga jalur.

"Di sini Pertalite lagi habis, jadinya terpaksa beli Pertamax. Tadi cek di SPBU lain juga habis Perrtalite. Saya tanya pegawai SPBU-nya juga katanya Pertalite masih diantar," ujarnya saat ditemui, Kamis (27/8/2026).



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads