detikBali
Nasional

Purbaya Tak Jadi Bubarkan Bea Cukai

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Nasional

Purbaya Tak Jadi Bubarkan Bea Cukai


Heri Purnomo - detikBali

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun hingga semester I 2026. Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan yang berhasil dihimpun pemerintah sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)
Denpasar -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan tetap dipertahankan. Artinya, rencana pembubaran Ditjen Bea Cukai dan penggantiannya dengan Société Générale de Surveillance (SGS) asal Swiss tidak akan terjadi.

Menurut Purbaya, hal itu karena Presiden Prabowo Subianto telah melihat adanya perbaikan yang signifikan dalam kinerja Bea Cukai. Meski demikian, Prabowo tetap meminta Ditjen Bea Cukai terus meningkatkan kinerjanya.

"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia (Prabowo) bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA, Selasa (21/7/2026), dilansir dari detikFinance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan perbaikan kinerja Bea Cukai terjadi setelah adanya perombakan di jajaran pimpinan. Menurutnya, saat ini pucuk pimpinan Bea Cukai telah diisi oleh orang-orang yang baik.

ADVERTISEMENT

Perbaikan tersebut, kata Purbaya, telah mendorong peningkatan penerimaan Bea Cukai sekitar 7%. Selain itu, ia juga mengklaim peredaran barang selundupan di pasar mulai berkurang.

"Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu," tutur Purbaya.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)









Hide Ads