detikBali

Viral Emak-emak Adang Truk LPG di Bima, Ini Penjelasan Pertamina

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Viral Emak-emak Adang Truk LPG di Bima, Ini Penjelasan Pertamina


Rafiin - detikBali

Aksi penghadangan truk pengangkut LPG 3 Kg oleh ibu-ibu di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, NTB, pada Selasa (14/7/2026). (Istimewa).
Aksi penghadangan truk pengangkut LPG 3 Kg oleh ibu-ibu di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, NTB, pada Selasa (14/7/2026). (Foto: Istimewa)
Bima -

Pertamina buka suara setelah viral aksi emak-emak mengadang truk pengangkut LPG 3 kilogram (kg) di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski warga memprotes kelangkaan LPG subsidi dan mahalnya harga jual, Pertamina mengeklaim penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten dan Kota Bima telah mencapai 100 persen sesuai alokasi harian yang ditetapkan pemerintah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan realisasi penyaluran LPG subsidi di Bima berjalan sesuai alokasi pemerintah.

"Rata-rata penyaluran di Kota Bima mencapai sekitar 3.920 tabung per hari. Sedangkan di Kabupaten Bima sekitar 8.820 tabung per hari," ucap Ahad dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahad mengatakan Pertamina bersama agen melakukan pemantauan di sejumlah kecamatan, seperti Belo, Woha, Monta, Palibelo, Asakota, dan Rasanae Barat, setelah menerima informasi meningkatnya kebutuhan LPG 3 kg di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota Bima. Hasil pemantauan menunjukkan beberapa pangkalan mengalami kekosongan stok sementara.

ADVERTISEMENT

"Serapan penggunaan masyarakat terhadap LPG subsidi sangat tinggi. Dipengaruhi meningkatnya kebutuhan rumah tangga, pertumbuhan usaha mikro dan dimulainya masa tanam di sejumlah wilayah pertanian," beber Ahad.

Menurut Ahad, Pertamina terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agen, serta pangkalan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Penyaluran LPG subsidi juga tetap dilakukan sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.

"Kami juga terus melakukan monitoring bersama pemerintah daerah, agen, dan pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran," akun dia.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mengusulkan penambahan pasokan (extra dropping) agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

"Selain mengusulkan penambahan pasokan, Kami juga memperkuat pengawasan penyaluran LPG bersubsidi melalui pembinaan kepada agen dan pangkalan agar distribusi dilakukan sesuai ketentuan serta diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima," terang Ahad.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

"Kami harapkan juga kepada masyarakat agar menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya, sehingga distribusi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran," tandasnya.

Sebelumnya, puluhan warga yang didominasi emak-emak mengadang truk pengangkut LPG di depan Kantor Pemerintah Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, pada Selasa (14/7/2026).

Aksi tersebut dipicu kelangkaan LPG 3 kg dan tingginya harga jual di wilayah itu. Rekaman aksi tersebut kemudian viral di media sosial.



(dpw/dpw)










Hide Ads