detikBali
Nasional

Ramalan Purbaya, Rupiah Bakal Menguat Juli-Desember 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan
Nasional

Ramalan Purbaya, Rupiah Bakal Menguat Juli-Desember 2026


Anisa Indraini - detikBali

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.
Foto: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengeluarkan ramalan terbaru soal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, nilai tukar rupiah bakal menguat pada semester II atau Juli-Desember 2026.

"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (10/6/2026) dilansir dari detikFinance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengungkapkan pengaruh utama yang menyebabkan rupiah tertekan adalah sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik. Ia mengeklaim tekanan itu bisa diredam berkat koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, serta perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE).

"Pemerintah optimistis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor," ucap Purbaya.

ADVERTISEMENT

Pemerintah mematok nilai tukar rupiah bergerak di angka Rp 16.800-17.500/US$ pada 2027. Hal itu dituangkan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Menurut Purbaya, penguatan nilai tukar rupiah ditopang oleh sejumlah faktor, termasuk ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang diperkirakan akan mereda. Kondisi itu akan membuat pertumbuhan ekonomi global membaik.

"Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS," tutur Purbaya.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads