detikBali

Bantuan Pangan Diperpanjang hingga Juni, Bapanas Genjot Distribusi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bantuan Pangan Diperpanjang hingga Juni, Bapanas Genjot Distribusi


Retno Ayuningrum - detikBali

Warga membopong beras dan minyak goreng saat penyaluran bantuan pangan nasional di Kantor Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/4/2026). Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng hingga Maret telah mencapai 382.529 penerima di 24 provinsi dengan target realisasi 33,2 juta penerima manfaat dari masyarakat berpenghasilan rendah. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.
Warga membopong beras dan minyak goreng saat penyaluran bantuan pangan nasional. (Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Denpasar -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang program bantuan pangan hingga Juni 2026. Langkah ini dilakukan untuk menahan gejolak harga pangan, terutama minyak goreng Minyakita dan beras, di tengah distribusi bantuan yang belum maksimal.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu instrumen intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga pangan pokok strategis. Di saat bersamaan, pemerintah juga mendorong pasokan Minyakita ke masyarakat, termasuk ke pasar rakyat.

Dalam paket bantuan pangan, pemerintah turut menyalurkan minyak goreng Minyakita kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Minyakita sendiri bukan program subsidi pemerintah, melainkan kontribusi produsen minyak sawit dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik lebih dulu agar mendapat izin ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34 persen. Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang diperpanjang sampai Juni," ujar Ketut dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026), dikutip dari detikFinance.

ADVERTISEMENT

Ketut mengatakan pihaknya telah meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan sepanjang Mei hingga Juni. Menurutnya, jika distribusi bantuan digelontorkan secara maksimal, hal itu dapat membantu menstabilkan harga beras dan minyak goreng di masyarakat.

"Karena apa? Minyak goreng yang harus didistribusikan pada bantuan pangan tersebut kurang lebih 132,9 ribu kiloliter. Itu banyak. Jadi kalau bisa serentak dikeluarkan Mei sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita," tambah dia.

Penyaluran Minyakita Dikebut

Bapanas mencatat rerata harga Minyakita secara nasional hingga pekan kedua Mei cenderung turun secara mingguan. Meski begitu, harganya masih sedikit berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Rp 15.700 per liter.

Sementara itu, realisasi bantuan pangan hingga 20 Mei menunjukkan Minyakita yang telah tersalurkan mencapai 46,2 ribu kiloliter kepada 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masih ada pagu salur Minyakita sebesar 86,8 ribu kiloliter yang akan dikebut hingga pertengahan 2026.

Dalam laporan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang disusun Bapanas, per 20 Mei stok minyak goreng masih dinilai memadai. Bulog tercatat mengelola stok minyak goreng total 89 ribu kiloliter, sementara ID FOOD sebanyak 700 kiloliter.

"Dengan adanya bantuan pangan, sebagian besar masyarakat kita sudah tidak akan membeli minyak goreng, karena bantuannya 4 liter untuk setiap KPM. Jadi ini benar-benar sangat penting sekali," jelas Ketut.

Ketut juga mengatakan pihaknya mendukung langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mendorong distribusi Minyakita ke pasar-pasar, terutama di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Komitmen Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita dari 10 produsen telah dipegang agar disalurkan sepenuhnya ke Bulog.

Sebelumnya, program bantuan pangan kembali diusulkan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Usulan itu disepakati dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Perum Bulog dan Komisi IV DPR RI.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan tambahan bantuan pangan dinilai penting untuk mengantisipasi dampak El Nino ekstrem. Menurutnya, langkah itu juga dapat membantu menjaga ketahanan pangan masyarakat.

"Kemarin yang disetujui dari rapat dengar pendapat dengan Komisi IV adalah disetujuinya program tambahan bantuan pangan untuk periode ke depan," kata Rizal saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).




(dpw/dpw)










Hide Ads
LIVE