Kinerja lelang di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan tren positif sepanjang triwulan pertama 2026. Kantor Wilayah DJKN Bali Nusra mencatat realisasi pokok lelang hingga Maret 2026 mencapai Rp 16,41 miliar.
Hal itu disampaikan perwakilan Kepala Kanwil DJKN Bali Nusra, Desak Jeny, dalam Forum Asset and Liability Committee (ALCo) Regional NTT melalui konferensi pers APBN Kinerja Fakta secara daring di Kantor DJPb NTT, Kamis (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desak menjelaskan, kinerja lelang di NTT hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif, terutama pada lelang noneksekusi sukarela yang menjadi kontributor terbesar.
"Realisasi pokok lelang pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 3,18 miliar. Angka ini kemudian melonjak signifikan pada Maret 2026 menjadi Rp 16,41 miliar atau tumbuh 416,71 persen secara month-to-month (MoM)," sebutnya.
Meski mengalami kenaikan signifikan secara bulanan, capaian hingga Maret 2026 masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Maret 2025, realisasi pokok lelang tercatat sebesar Rp 78,35 miliar.
Desak juga mengungkapkan kontribusi terbesar berasal dari lelang noneksekusi sukarela sebesar 65 persen. Lelang eksekusi menyumbang 24 persen dan noneksekusi wajib 11 persen dari total realisasi.
"Capaian pokok lelang didominasi oleh lelang noneksekusi sukarela dengan kontribusi sebesar 65 persen," katanya.
Dari sisi pelaksanaan menurutnya, seluruh capaian berasal dari Pejabat Lelang Kelas I dengan kontribusi 100 persen. Selain nilai, frekuensi lelang juga naik sebesar 149 frekuensi dalam capaian Triwulan I Tahun 2026.
"Frekuensi lelang sampai dengan bulan Maret 2026 sebesar 149 frekuensi. Capaian ini sudah melampaui capaian Triwulan I 2025 dengan kenaikan sebesar 88,61 persen year-on-year," tandasnya.
(nor/nor)










































