detikBali

BBM Langka di Lombok Timur, Antrean Mengular Berjam-jam

Terpopuler Koleksi Pilihan

BBM Langka di Lombok Timur, Antrean Mengular Berjam-jam


Sanusi Ardi - detikBali

Antrean kendaraan mengular di SPBU Lenek, Lombok Timur, NTB, Senin (4/5/2026).
Antrean kendaraan mengular di SPBU Lenek, Lombok Timur, NTB, Senin (4/5/2026). (Foto: Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai langka. Kondisi ini membuat pengendara harus mengantre berjam-jam, bahkan hingga memakan badan jalan raya.

Pantauan detikBali pada Senin (4/5/2026) sore, sejumlah SPBU di Lombok Timur tampak sepi tanpa aktivitas. Hanya terlihat papan informasi bertuliskan "Maaf BBM Kosong".

Sementara itu, di SPBU Lenek terjadi antrean panjang yang didominasi kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat juga tampak mengular hingga ke badan jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sophia (27) mengaku telah mengantre selama satu jam, namun belum juga mendapatkan giliran untuk mengisi BBM karena panjangnya antrean.

ADVERTISEMENT

"Hampir sejam ngantre, tapi mau bagaimana lagi, kan kita butuh BBM jadinya terpaksa nunggu dulu," ujarnya kepada detikBali, Senin (4/5) malam.

Ia menambahkan, membeli BBM di pengecer juga sulit. Selain itu, harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan di SPBU.

"Kalau di pengecer kadang kita beli Rp 12 Ribu, ada yang jual 13 ribu, bahkan lebih dari harga itu juga. Agak jarang juga yang jualan di pengecer. Makanya lebih baik langsung mengisi di SPBU, walaupun mengantre lama," imbuhnya.

Keluhan serupa disampaikan Samsul Fadli, sopir angkutan umum yang turut mengantre. Ia mengaku telah berkeliling ke beberapa SPBU sebelum akhirnya menemukan lokasi yang masih memiliki stok BBM.

"Untung di sini masih ada, kalau di SPBU lain sudah kosong, makanya saya memilih di sini meskipun mengantre lumayan lama," ucapnya, sembari kesal.

Samsul berharap pemerintah segera mencari solusi atas kelangkaan BBM tersebut. Ia menilai kondisi ini semakin memberatkan sopir angkutan umum yang bergantung pada BBM untuk mencari nafkah.

"Masa sekarang mencari penumpang sudah susah, lagi ditambah dengan susahnya mendapatkan BBM. Hanya satu harapan saya pemerintah segera mencari solusi terkait masalah BBM ini," cetus Samsul.




(dpw/dpw)










Hide Ads
LIVE