detikBali

Kredit Perbankan di Bali Tumbuh Hampir 7 Persen

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kredit Perbankan di Bali Tumbuh Hampir 7 Persen


Fabiola Dianira - detikBali

Penjelasan mengenai realisasi kinerja perbankan dalam konferensi pers Kantor OJK Provinsi Bali pada Jumat malam (10/4/2026). (Fabiola Dianira)
Foto: Penjelasan mengenai realisasi kinerja perbankan dalam konferensi pers Kantor OJK Provinsi Bali pada Jumat malam (10/4/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Industri perbankan di Bali tercatat mengalami peningkatan pada Januari 2026. Sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan kredit hingga kualitas kredit perbankan.

Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 3 OJK Provinsi Bali, Ni Made Novi Susilowati, mengatakan secara umum kondisi perbankan di Bali masih dalam kategori baik.

"Secara umum kinerja perbankan di Bali itu kita bisa lihat dari pertumbuhan kredit, kemudian pertumbuhan dana, fungsi intermediasi, dan kinerja kredit. Nah, jika melihat dari pertumbuhan kredit ini masih oke, masih bagus," ujarnya kepada awak media di kantor OJK Provinsi Bali, Jumat malam (10/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data Januari 2026, pertumbuhan kredit di Bali, baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tercatat sebesar 6,92 persen secara tahunan (year on year/yoy). Jika ditinjau berdasarkan lokasi proyek, pertumbuhannya bahkan mencapai 7,11 persen secara tahunan (yoy).

ADVERTISEMENT

Novi menjelaskan bahwa fungsi intermediasi perbankan di Bali masih berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) yang berada di level 58,38 persen pada Januari 2026.

"Ini adalah bagaimana sih fungsi intermediasi, kemampuan dari bank untuk menghimpun dana dan kemudian menyalurkan kembali dalam bentuk aset produktif, dalam bentuk kredit. Angka ini mencapai 58,38 persen di Januari 2026," imbuhnya.

Selain kinerja perkreditan yang tumbuh dengan baik, dari sisi kualitas kredit perbankan di Bali juga menunjukkan peningkatan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat menurun dari 3,14 persen pada Januari 2025 menjadi 2,6 persen di Januari 2026.

"Secara kualitas sih masih terjaga dengan baik. Rasio NPL-nya bahkan turun ya dari yang sebelumnya 3,14% menjadi 2,6% di Januari 2026. Kalau di Januari 2025 itu tercatat 3,14%," jelasnya.

Sementara itu, permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio capital adequacy ratio (CAR) masing-masing berada di level 15,17 persen dan 33,37 persen.

Dilihat dari jenis penggunaannya, kredit di Bali masih didominasi oleh kredit investasi. Sektor penyediaan akomodasi, makan dan minum, serta real estate menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.

"Sepertinya masih sama ya dengan periode-periode sebelumnya di kredit investasi, dan terutama itu ditopang oleh sektor penyedia akomodasi makan minum dan real estate," ungkapnya.

Penyaluran kredit juga masih didominasi oleh sektor UMKM dengan porsi mencapai 51,19 persen. Kredit UMKM ini tercatat tumbuh sebesar 4,39 persen secara tahunan (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar berada pada kategori bukan lapangan usaha sebesar 33,63 persen, diikuti sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 27,31 persen. Sementara itu, sektor akomodasi dan penyediaan makan minum menjadi penyumbang utama pertumbuhan kredit di Bali.

Di antara giro, tabungan, dan deposito yang merupakan dana pihak ketiga (DPK), tabungan menjadi kontributor terbesar dengan porsinya mencapai 54 persen dari total DPK perbankan di Bali.




(hsa/hsa)










Hide Ads