detikBali

Konflik Timur Tengah Hantam RI, 377 Penerbangan Batal

Terpopuler Koleksi Pilihan

Konflik Timur Tengah Hantam RI, 377 Penerbangan Batal


Fabiola Dianira - detikBali

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat kunjungan kerja ke Bali Safari & Marine Park, Gianyar pada Rabu (25/3/2026). (Fabiola Dianira)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat kunjungan kerja ke Bali Safari & Marine Park, Gianyar pada Rabu (25/3/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Gianyar -

Konflik yang terus memanas di Timur Tengah mulai berdampak langsung pada sektor pariwisata Indonesia. Kementerian Pariwisata mencatat 377 penerbangan dari kawasan tersebut batal, membuat sekitar 50.000 penumpang gagal datang ke Indonesia.

"Kami telah mendata bahwa ada beberapa flight dari Timur Tengah yang ter-cancel, sekitar 377 flight cancel ya. Jadi ada sekitar 50.000 penumpang yang tidak bisa datang ke Indonesia, itu bukan saja ke Bali tapi ke destinasi lain seperti Jakarta," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat kunjungan kerja ke Bali Safari & Marine Park, Rabu (25/3/2026).

Putri mengatakan Kementerian Pariwisata masih mengkaji dampak lanjutan konflik tersebut, apakah bersifat sementara atau jangka panjang yang berpotensi memengaruhi sektor pariwisata di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyoroti sejumlah negara yang mulai menerapkan work from home sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM), seiring potensi gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

"Indonesia sedang mengkaji satu hari work from home untuk swasta dan ASN begitu, agar kita semua di daerah dan di pusat untuk BBM juga tidak terlalu dipakai terlalu banyak gitu," jelasnya.

Di tengah tekanan tersebut, Putri menegaskan Indonesia, khususnya Bali, tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan diminati wisatawan.

Hal ini tercermin dari peningkatan kunjungan sebesar 3,5 persen selama libur panjang Lebaran, baik dari wisatawan nusantara maupun mancanegara. Selain itu, Bali juga meraih penghargaan The Best Destination 2026 dari TripAdvisor.

"Jadi ini image Bali tetap terjaga dan tentunya kita tahu Bali atau Indonesia adalah destinasi yang aman begitu, dari semua gejolak yang ada di Timur Tengah, tentu ini destinasi yang menarik dan aman," ucapnya.

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Kementerian Pariwisata menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari meningkatkan konektivitas dengan negara terdekat, memperkuat promosi melalui berbagai event, hingga memperbanyak penerbangan langsung (direct flight) ke Eropa.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya menilai dampak konflik tersebut terhadap pariwisata Bali masih terbatas.

Pasalnya, pasar Timur Tengah tidak termasuk dalam lima besar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata. Saat ini, kunjungan wisman masih didominasi Australia, India, China, Korea Selatan, dan Inggris.

"Syukurnya di Bali sebenarnya wisman kita yang masuk 5 besar tidak ada dari Timur Tengah, sehingga pengaruhnya tidak begitu signifikan sementara ini, kan ini baru kita antisipasi juga," tutupnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads