Jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Indonesia terus menyusut. Ada sebanyak 1.339 unit mesin ATM dihentikan operasionalnya yang tutup dalam setahun.
Berdasarkan catatan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah mesin ATM, CDM, dan CRM di Indonesia mencapai 89.774 hingga kuartal III-2025. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 91.173.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini berarti, ada 1.399 unit mesin ATM yang tutup dalam setahun. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, tren penurunan jumlah mesin ATM ini diprediksi terus berlanjut.
"Jumlah ATM yang secara tren mengalami penurunan pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan berdasarkan keputusan bisnis masing-masing bank. Tidak tertutup kemungkinan bahwa tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut," ujar Dian, dilansir detikFinance.
Menurut Dian, tren tersebut sejalan dengan pesatnya adopsi teknologi informasi di sektor keuangan yang mendorong perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan.
Digitalisasi layanan memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan keuangan kapan pun dan di mana pun. Kemudahan transaksi melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan sistem pembayaran nontunai, turut mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap mesin ATM.
Di sisi lain, perbankan tetap memandang efisiensi operasional sebagai salah satu fokus, sehingga peningkatan akses layanan digital akan mendukung peningkatan efisiensi operasional perbankan melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik dan optimalisasi proses layanan.
Baca juga: Beragam Kalangan Agen BRILink |
"Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan," tambah Dian.
Selain itu, pemanfaatan teknologi mendorong transaksi keuangan nontunai atau cashless yang semakin meluas di masyarakat. Sistem cashless ini dapat mendukung transaksi ekonomi yang berjalan menjadi lebih efisien, sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan aktivitas perekonomian lebih lanjut.
Baca selengkapnya di detikFinance
(nor/nor)