Kisah Inspiratif

Bisnis Tikus Putih, Pria di Karangasem Raup Cuan Jutaan Rupiah

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Minggu, 07 Agu 2022 18:08 WIB
I Gusti Gede Jelantik saat memberi makan tikus putih peliharaannya di Lingkungan Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan
Foto: I Gusti Gede Jelantik saat memberi makan tikus putih peliharaannya di Lingkungan Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan. (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

I Gusti Gede Jelantik (41), pria asal Lingkungan Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem sejak sekitar satu tahun yang lalu mulai menggeluti bisnis tikus putih. Bahkan dari menggeluti bisnis tersebut dalam sebulan ia bisa meraih omzet sekitar Rp 1,2 juta.

Gusti Jelantik mengatakan bahwa awalnya bisnis tersebut ditekuni oleh ayahnya sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi semenjak ayahnya makin tua yang membuat penglihatannya terganggu bisnis tersebut sempat terbengkalai karena tidak ada yang meneruskan selama beberapa bulan.

"Karena tidak ada yang meneruskan akhirnya sekitar satu tahun yang lalu saya coba untuk menekuninya, karena kebetulan saat itu saya sedang tidak ada pekerjaan sama sekali," kata Gusti Jelantik saat ditemui di rumahnya di Lingkungan Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Minggu (7/8/2022).


Dengan menekuni bisnis tikus putih tersebut, ia mengaku bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarganya untuk biaya hidup sehari-hari. Ia juga mengaku bahwa saat ini ada dua jenis tikus putih yang dipelihara yaitu jenis rat dan mencit. Dan kedua jenis tikus putih tersebut, ia kembangbiakkan sendiri di rumahnya.

"Untuk tikus putih jenis mencit harganya Rp 2.500 per ekor, sedangkan tikus putih jenis rat Rp 5.000 per ekor sehingga dalam sebulan kurang lebih saya meraih penghasilan sekitar Rp 1,2 juta," kata Gusti Jelantik.

Terkait dengan pemasaran, untuk saat ini ia hanya mengirim ke salah satu pengepul yang ada di wilayah Gianyar yang merupakan tangan kedua, karena di sana juga akan dijual kembali. Biasanya tikus putih tersebut digunakan sebagai pakan reptil seperti ular, biawak dan sejenisnya.

Dalam sebulan ia mengaku bisa mengirim satu sampai dua kali tikus putih dengan jumlah yang tidak menentu, tergantung berapa ekor yang ada saat itu. Karena proses pengembangbiakan tikus putih sangat tergantung dengan cuaca.

"Jika cuaca dingin biasanya perkembangbiakannya lebih cepat dan lebih banyak sedangkan saat cuaca panas lebih sedikit," kata Gusti Jelantik.

Untuk saat ini, ia mengaku bahwa kendala terbesarnya dalam bisnis tikus putih tersebut adalah terkait modal yang pas-pasan. Karena punya indukan yang tidak terlalu banyak. Selain itu, tempat untuk menaruh tikus putih juga tidak terlalu banyak.

Padahal untuk pemeliharaannya sangat mudah, makanannya juga mudah dicari yaitu nasi, kacang-kacangan, ubi dan sayuran. Sedangkan untuk tempat tidurnya menggunakan sekam dari sisa penggilingan padi. Untuk tikus putih jenis rat diganti setiap tiga hari sekali, sedangkan mencit setiap seminggu sekali.

"Semoga untuk ke depannya modal saya meningkat sehingga bisnis yang saya geluti ini bisa berkembang lebih pesat lagi," kata Gusti Jelantik.

Selain bisnis tikus putih, setiap sore hingga malam ia juga berjualan nasi Jinggo di sebelah kiri SDN 4 Subagan. Hal itu ia lakukan untuk bisa menambah penghasilan untuk dapat memenuhi biaya hidup sehari-hari.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)