Pakan Mahal, Peternak di Jembrana Sebut Kenaikan Harga Telur Wajar

I Ketut Suardika - detikBali
Jumat, 03 Jun 2022 00:24 WIB
Hasib Sucipto, peternak ayam petelur asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
Hasib Sucipto, peternak ayam petelur asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. (Foto: I Ketut Suardika/detikBali)
Jembrana -

Peternak ayam petelur di Jembrana mengungkap kenaikan harga telur ayam adalah hal yang wajar. Terlebih lagi, saat ini kebutuhan pakan juga sedang melonjak. Akibatnya, peternak pun memilih menaikkan harga telur, yang kebetulan momennya menjelang Hari Raya Galungan.

Hal itu diungkapkan oleh Hasib Sucipto, salah satu peternak asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana Bali, Kamis (2/6/2022). Ia menyebut, kenaikan harga telur ayam saat ini adalah wajar.

Meski sebagai peternak ayam petelur dirinya diuntungkan dengan adanya kenaikan harga telur saat ini, ia mengaku keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar. Hal itu lantaran biaya operasional yang harus dikeluarkan para peternak juga tinggi.


"Adanya kenaikan harga telur, lumayan cukup bagus. Terus kendalanya sekarang pakan mahal juga, ada sedikit kenaikan. Saya rasa wajarlah ada kenaikan," kata Cipto saat ditemui detikBali di kandang ayam miliknya di Desa Kaliakah, Negara, Kamis (2/6/2022).

Diakui, permintaan telur memang meningkat drastis sejak dua pakan terkahir. Terlebih lagi menjelang Hari Raya Galungan.

"Sebagai peternak pasti menghitung. Kalau pakan terus naik, tidak mungkin harga telur turun," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran detikBali di Pasar Umum Negara, Jembrana, pada Kamis (6/2/2022), harga telur yang sebelumnya Rp 1.400 per butir sekarang menjadi Rp 1.700 per butir. Harga telur tersebut tergantung ukuran, bahkan menurut pedagang bisa tembus Rp 2.000 per butir.

Sebagai seorang peternak, Hasib tidak hanya melayani pedagang telur, tetapi juga konsumen langsung. "Kebetulan juga saya punya warung makan. Jadi distribusi buat mencukupi kebutuhan sendiri dan sebagian ada yang beli," ujarnya.

Hasib mengatakan peternakan ayam petelur miliknya masih tergolong skala kecil karena hanya memiliki 500 ekor ayam. Adapun produksi harian sebanyak 15 kerat dengan satu kerat berisi 30 butir telur.



Simak Video "Harga Telur Ayam di Bandung Meroket, Nyaris Rp 30 Ribu/Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)