Pria di Gianyar Racik Jamu dengan Tampilan Modern-Diminati Turis Asing

Agus Eka - detikBali
Minggu, 08 Mei 2022 08:03 WIB
Beberapa produk jamu yang diproduksi
Beberapa produk jamu yang diproduksi
Gianyar -

Produk minuman kesehatan seperti jamu kini kian diminati. Bahkan di Gianyar, ada satu produsen yang membuat jamu dengan beragam varian. Produknya tetap mempertahankan kearifan lokal.

Tak ayal, peminatnya berasal dari berbagai negara seperti Australia, Rumania, Turki, dan Inggris. Kebanyakan diantara pembeli sudah tahu apa yang dibutuhkan. Sehingga informasi terkait khasiat jamu sudah diketahui lebih dulu.

Arif Springs, salah seorang chef yang kini dikenal sebagai gurunya jamu, telah menelurkan beragam produk jamu yang bisa diterima sampai mancanegara. Sejak 2016, ia mencari beberapa formula dari rempah khas Indonesia.


Ia cukup selektif dalam memilih bahan baku. Seperti pemanis yang hanya memakai madu Sumbawa, jeruk lime, kunyit, dan ragam rempah lain. Proses pembuatannya pun membutuhkan waktu perebusan 2-4 jam.

"Kami konsisten selama proses pembuatan. Bahannya tidak murah. Ada beberapa pengguna yang tidak mau pakai gula dan madu. Kami menghindari penggunaan gula pasir," ujar Arif, Minggu (8/5/2022).

Dikemas dalam botol dengan label berwarna-warni sesuai ragam varian, minuman ini sukses mencuri perhatian.

Guna menarik pasar lebih luas, setiap varian diberi nama lebih modern, seperti Coco Loe, Coco Detox, Mr Turbo, hingga Kunyit Asem. Produk dengan kemasan "Djamoekoe" dihargai Rp 40 ribu per botol ukuran 500 ml.

Jamu-jamu ini sebetulnya lumrah di Bali dan Indonesia. Seperti jamu kunyit, minuman lidah buaya, beras kencur, temulawak, olahan sambiloto, temu Ireng, dan lainnya. Namun dengan harga terjangkau, pembeli dapat produk yang kaya khasiat.

Arif juga mengembangkan produk teh yang dikombinasikan dengan rempah. Dengan bahan dasar teh hitam dan teh hijau, bahan itu dikombinasi dengan melati, serta rempah seperti salam, sereh, kayu manis, hingga kapulaga.

"Kami mengemas dengan teh tubruk, bukan celup. Kami masih membuka toko di sekitar Ubud dan Canggu di Badung," tukasnya.



Simak Video "Promo Minumannya Tuai Hujatan, Holywings Akhirnya Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)