Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT Wilayah Kerja Bali (Kemenham Wilker Bali) menggelar doa lintas agama bertajuk 'Doa untuk Negeri: Harmoni dalam Keberagaman dan Pengabdian bagi Kemanusiaan' di Desa Tegal Kertha, Kota Denpasar. Kegiatan ini digelar dalam peringatan Hari Bakti ke-2 Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham).
Koordinator Kemenham Wilker Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, menuturkan kegiatan ini menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan musibah. Doa bersama dipimpin empat rohaniwan dari agama Hindu, Islam, Kristen Protestan, dan Katolik, serta diikuti pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga pegawai Kemenham Wilker Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di balik setiap peristiwa, ada manusia dan keluarga yang membutuhkan dukungan, perhatian, serta kesempatan untuk kembali menata kehidupannya," ujar Agung Dalem saat doa bersama yang berlangsung di Kantor Perbekel Desa Tegal Kertha, Rabu (21/10/2026).
Agung Dalem menyoroti bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, erupsi, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem. Menurutnya, berbagai musibah itu telah berdampak pada kesehatan, keselamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga mata pencaharian warga.
Ia menekankan kepedulian terhadap mereka yang terdampak bencana merupakan bagian dari penghormatan terhadap martabat manusia. Melalui doa lintas agama ini, Kemenham Wilker Bali berharap semangat toleransi dan kerukunan terus terpelihara di tengah perbedaan.
"Kita tidak harus memiliki keyakinan yang sama untuk memiliki kepedulian yang sama terhadap negeri dan sesama manusia," imbuh Agung Dalem.
Kemenham Wilker Bali, dia berujar, menjalankan tugas di bidang HAM melalui penguatan kapasitas HAM, analisis produk hukum daerah berperspektif HAM, serta fasilitasi penanganan pengaduan dugaan pelanggaran HAM sesuai kewenangan. Sejak 2025 hingga Oktober 2026, penguatan kapasitas HAM telah menjangkau 6.424 orang, serta 152 komunitas dan 68 pelaku usaha.
Pada periode yang sama, Agung Dalem melanjutkan, analisis dilakukan terhadap 13 rancangan peraturan daerah dan 9 peraturan daerah. Dari 23 pengaduan dugaan pelanggaran HAM yang tercatat sejak 2025 hingga Triwulan III 2026, sebanyak 16 pengaduan telah selesai ditangani dan menghasilkan rekomendasi.
"Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan dugaan pelanggaran HAM dapat menghubungi Call Center Kementerian HAM di nomor 150145 atau mendatangi Kantor Kemenham Wilker Bali di Jalan Yudistira Nomor 11A, Denpasar. Layanan pengaduan HAM tidak dipungut biaya," imbuh Agung Dalem.
Peringatan Hari Bakti ke-2 Kementerian HAM RI menjadi momentum untuk merefleksikan pengabdian kepada kemanusiaan yang berangkat dari kepedulian. Agung Dalem berharap bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan, kerukunan, dan kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, Perbekel Desa Tegal Kertha, I Putu Trisnajaya, menyambut baik kegiatan tersebut. Trisnajaya berharap doa bersama lintas agama tersebut dapat berlanjut ke desa-desa lain agar semakin banyak masyarakat yang turut mendoakan keselamatan bangsa.
"Dari Desa Tegal Kertha, kami berdoa untuk Indonesia. Semoga seluruh masyarakat senantiasa dalam lindungan Tuhan, saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah diberi kekuatan untuk pulih, dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin baik ke depannya," ujar Trisnajaya.
Trisnajaya mengaku bangga karena desanya dapat berkontribusi memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi penguat harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.