Kapolda Bali Irjen Pasma Royce turut mendampingi kunjungan kerja (kunker) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, hari ini. Hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Bahlil beserta rombongan tiba di FT Sanggaran sekitar pukul 13.15 Wita. Setibanya di lokasi, Bahlil Lahadalia bersama jajaran pejabat terkait langsung mengikuti rapat tertutup untuk membahas persoalan bahan bakar minyak (BBM) di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai rapat koordinasi tertutup, Bahlil menyampaikan pasokan BBM di Bali berangsur pulih setelah sempat mengalami gangguan distribusi akibat keterlambatan kapal pengangkut dari Jawa selama sepekan. Pemerintah mencatat cadangan BBM di Bali kini rata-rata mencapai 11 hingga 12 hari dan ditargetkan meningkat menjadi 15 hari.
Dalam kesempatan itu, Bahlil mengapresiasi Gubernur Bali, Kapolda Bali, jajaran TNI, serta masyarakat yang dinilai telah membantu penanganan situasi di lapangan. Terutama saat terjadi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali sejak sepekan terakhir.
"Gangguan pasokan yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan cadangan BBM di Bali sekitar tiga hingga empat hari," kata Bahlil Lahadalia
"Mulai hari ini, setelah kami melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina, cadangan di wilayah Bali rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari. Alhamdulillah, untuk di sini (di Bali) sudah bisa teratasi," imbuhnya.
Pemerintah meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM di Bali dari kondisi saat ini menjadi 15 hari. Penambahan pasokan dilakukan dengan meningkatkan jumlah kapal yang melayani pengangkutan BBM dari Jawa menuju Bali.
Menurut Bahlil, jumlah kapal pengangkut yang sebelumnya tiga unit kini ditingkatkan menjadi tujuh unit. Langkah tersebut diharapkan mempercepat distribusi BBM dan menjaga ketersediaan pasokan di seluruh wilayah Bali.
"Saya sudah meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari. Kapal juga saya tambah menjadi tujuh untuk menyuplai," ujar Bahlil.