PT Pertamina Patra Niaga mengirim bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebanyak 3 juta liter per hari ke Bali. Jumlah itu melebihi rata-rata konsumsi harian Pertalite di Pulau Dewata. Pengiriman dilakukan selama empat hari berturut-turut.
"Normal di Bali setiap harinya butuh 2,2 juta liter Pertalite. Dari mulai tanggal 13 sampai hari ini disalurkan 3 juta liter per hari untuk mengompensasi kebutuhan masyarakat yang kemarin belum mendapatkan BBM," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahad menegaskan tidak ada pengurangan pasokan BBM di lapangan. Namun, waktu pengiriman yang lebih lama membuat pasokan terlambat diterima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Di lapangan tidak ada pengurangan. Namun memang jumlah ritase pengiriman pada saat puncak antrean di SPBU perlu waktu sehingga suplai lebih lambat diterima di SPBU," terang Ahad.
Pantauan detikBali pada Senin (19/10/2026), antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Buleleng, Bali, mulai terurai. Tidak terlihat lagi antrean panjang seperti beberapa hari sebelumnya.
Menurut Ahad, Pertamina terus memantau dampak penerapan sistem ganjil-genap untuk mengurai antrean kendaraan. Kebijakan tersebut dinilai membantu memperlancar arus lalu lintas di jalur distribusi yang dilalui mobil tangki dari terminal BBM menuju SPBU.
"Dengan terus memantau dampak positif penerapan ganjil-genap, arus lalu lintas di rute distribusi dari terminal ke SPBU yang dilalui mobil tangki lebih lancar dari sebelum diterapkan," ujar Ahad.
Ahad mengatakan kondisi tersebut dapat memangkas waktu tempuh pengiriman BBM ke SPBU. Pertamina berharap distribusi segera kembali normal sehingga masyarakat lebih cepat mendapatkan BBM.
"Ini memangkas waktu tempuh pengiriman BBM ke SPBU sehingga ritase bisa segera normal seperti sebelumnya," jelas Ahad.