detikBali

Usai BBM Langka, Sekolah di Badung Belajar Tatap Muka Lagi Senin Besok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Usai BBM Langka, Sekolah di Badung Belajar Tatap Muka Lagi Senin Besok


Agus Eka - detikBali

Ilustrasi guru di Bali (Chat GPT)
Ilustrasi guru di Bali via Chat GPT.
Badung -

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung memastikan seluruh sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (19/10). Kebijakan ini diambil setelah melihat perkembangan pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat langka hingga mengakibatkan kebijakan belajar daring bagi sekolah-sekolah di Badung.

"Seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, hingga SMP di Kabupaten Badung kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai Senin besok. Pelaksanaan PTM ini mengacu pada jadwal dan kalender pendidikan yang berlaku," kata Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana, Minggu (18/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwipayana meminta para kepala sekolah untuk memastikan kesiapan sarana pendukung pembelajaran. Ia juga meminta para kepsek untuk segera menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan PTM ini kepada guru, siswa, hingga orang tua murid.

"Kepala sekolah wajib memastikan kesiapan warga sekolah dan sarana prasarana, serta segera meneruskan informasi ini ke pendidik, siswa, dan orang tua atau wali. Jika nanti ada perkembangan situasi yang butuh penyesuaian lagi, tentu akan kami sampaikan pemberitahuan berikutnya," ujar Dwipayana.

Disdikpora Badung memberi perhatian khusus bagi warga sekolah yang masih menghadapi masalah transportasi akibat dampak gangguan BBM. Dwipayana mengimbau pihak sekolah untuk menangani kendala tersebut secara bijaksana dan tidak terburu-buru memberikan sanksi.

ADVERTISEMENT

"Guru, tenaga kependidikan, maupun siswa yang masih kena kendala transportasi akibat gangguan BBM akan diberikan penanganan bijaksana sesuai kondisi masing-masing. Sekolah harus mengedepankan pendekatan persuasif dan tidak langsung memberi sanksi atas keterlambatan atau ketidakhadiran yang alasannya bisa dipertanggungjawabkan," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemkab Badung menerapkan pembelajaran secara daring bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP selama tiga hari pada 15-17 Oktober. Kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi gangguan mobilitas akibat antrean panjang dan keterbatasan pasokan BBM di SPBU sejak Senin (12/10).



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads