detikBali

BBM Langka di Karangasem, Dokter Spesialis Anak Jalan Kaki 7 Km demi Pasien

Terpopuler Koleksi Pilihan

BBM Langka di Karangasem, Dokter Spesialis Anak Jalan Kaki 7 Km demi Pasien


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Dokter Ni Wayan Kurnia Wati saat baru sampai di RSUD Karangasem setelah jalan kaki 7 kilometer dari rumahnya, Kamis (15/10/2026) (foto: dok. istimewa/dokter Kurnia Wati)
Foto: Dokter Ni Wayan Kurnia Wati saat baru sampai di RSUD Karangasem setelah jalan kaki 7 kilometer dari rumahnya, Kamis (15/10/2026) (foto: dok. istimewa/dokter Kurnia Wati)
Karangasem -

Seorang dokter spesialis anak, Ni Wayan Kurnia Wati, rela berjalan kaki sejauh 7 kilometer (km) dari rumahnya menuju RSUD Karangasem, Bali, pada Kamis (15/10/2026). Aksi tersebut dilakukan demi memberikan pelayanan kepada pasien di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Karangasem.

Kurnia memilih berjalan kaki dari rumahnya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, untuk melakukan visite atau pemeriksaan pasien di rumah sakit. Ia mengaku langkah tersebut diambil daripada harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Daripada harus nunggu antrean BBM, saya lebih memilih jalan kaki lebih cepat sampai," kata Kurnia, Kamis (15/10/2026).

Kurnia mengatakan perjalanan dari rumahnya menuju RSUD Karangasem dengan berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Ia belum memastikan apakah akan kembali berjalan kaki untuk berangkat kerja pada hari-hari berikutnya. Keputusan tersebut akan bergantung pada situasi antrean BBM.

ADVERTISEMENT

"Kalau masih antre lama untuk isi BBM, kemungkinan jalan kaki lagi sekalian olahraga," ucap Kurnia.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh dokter Kurnia tersebut. Ia berharap sikap dokter Kurnia bisa menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan (nakes) lainnya.

"Kami sangat mengapresiasi dedikasi dokter Kurnia, semoga bisa menjadi inspirasi bagi nakes yang lain," ujar Udiyana.

Udiyana mengatakan dampak kelangkaan BBM mulai dirasakan terhadap aktivitas pelayanan di RSUD Karangasem. Jumlah kunjungan pasien disebut tidak seramai hari-hari sebelumnya. Selain itu, sejumlah pegawai juga terlambat masuk kerja karena harus mengantre BBM terlebih dahulu.

Meski demikian, pelayanan rujukan pasien masih berjalan aman. Persediaan BBM untuk kendaraan ambulans juga masih mencukupi, kendati operasionalnya sedikit terganggu karena hampir di sepanjang jalan yang ada SPBU terjadi kemacetan.

Pihak rumah sakit pun mengantisipasi kemungkinan kelangkaan BBM berlangsung lebih lama. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, mobilitas tenaga kesehatan dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat dikhawatirkan ikut terganggu.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads