Gubernur Bali Wayan Koster telah mendengar keluhan dari operator SPBU yang harus lembur dalam periode krisis BBM di Bali. Koster memahami jika operator kelelahan jika mesti beroperasi 24 jam dari jam normal SPBU yang tutup pukul 23.00. Karena itu, Koster meminta prajurit TNI untuk membantu sebagai operator di SPBU pada malam hari.
"Iya mungkin kecapekan ya, tapi untuk malam petugasnya dari TNI," ungkap Koster dalam kunjungannya ke SPBU 54.801.48 Denpasar, Kamis (15/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas TNI akan diterjunkan sebagai operator SPBU di 66 SPBU yang berada di Denpasar. Namun, Koster mengatakan jika saat ini prajurit baru bisa diturunkan ke 50 SPBU.
Dia tidak menjelaskan jumlah seluruh prajurit yang diturunkan. Namun, setidaknya setiap SPBU akan dioperasikan oleh satu atau dua anggota TNI pada malam hari. Upaya tersebut diharapkannya dapat memuluskan rencana operasional 24 jam SPBU di Denpasar dan Badung sekaligus menekan antrean yang sudah terjadi berhari-hari di Bali.
"Rencananya 66 SPBU tapi baru bisa jalan 50 SPBU. Iya satu SPBU ada dua ada satu (prajurit TNI yang bekerja)," tuturnya.
Video kunjungannya ke SPBU sempat viral ketika operator SPBU mengeluh kelelahan kepada Koster karena diminta buka 24 jam. Padahal, mereka juga sudah lembur dan melebihi jam kerja mereka.
Saat itu, Koster mengaku meminta operator agar tetap melayani konsumen.
"Saya bilang jangan mengeluh, layani konsumen. Walaupun capek ya layani nggak boleh ngerasa capek," tambahnya.