detikBali

Taman Literasi Rp 6,2 Miliar Dibangun di Puspem Badung, Rampung Desember

Terpopuler Koleksi Pilihan

Taman Literasi Rp 6,2 Miliar Dibangun di Puspem Badung, Rampung Desember


Agus Eka - detikBali

Pembangunan taman literasi lengkap dengan ruang baca semi terbuka dan panggung kreatif di belakang gedung perpustakaan Puspem Badung sudah 60 persen dan rampung Desember 2026. (Agus Eka/detikBali)
Foto: Pembangunan taman literasi lengkap dengan ruang baca semi terbuka dan panggung kreatif di belakang gedung perpustakaan Puspem Badung sudah 60 persen dan rampung Desember 2026. (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung sedang membangun taman literasi di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Pengerjaan perpustakaan terbuka berkonsep ruang terbuka hijau sekaligus pusat kreatif dan seni ini sudah mencapai 60 persen dan ditarget rampung awal Desember 2026.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diskerpus) Badung Ida Ayu Yutri Indahgustari mengakui taman literasi yang dinamai Taman Literasi Wali Pustaka Sastra, itu dibangun di Puspem Badung agar masyarakat bisa memperoleh banyak wahana yang sebelumnya sudah ada dalam satu kawasan terpadu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kawasan Puspem ini sudah ada perpustakaan, ditambah lagi taman literasi, dan sebelumnya sudah ada taman bermain. Masyarakat sekali ke sini sudah dapat banyak fasilitas," ungkap Ida Ayu Yutri Indahgustari kepada detikBali, Rabu (7/10/2026).

Yutri menegaskan, fasilitas ini memanfaatkan aset tanah daerah di belakang Gedung Layanan Perpustakaan Sastra Mangutama, sekaligus melengkapi perpustakaan konvensional yang sudah ada sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Ini memang menjadi fokus Pak Bupati Badung karena ingin menaikkan minat baca generasi muda, sekaligus masyarakat luas. Lewat taman ini masyarakat diharapkan bisa membaca dengan lebih santai, menikmati ruang terbuka, pemandangan hijau," kata mantan Kabag Kerja Sama Setda Badung tersebut.

Menurutnya, fasilitas ruang terbuka ini dirancang terintegrasi dengan pusat teknologi digital di Diskominfo Badung, ditambah perpustakaan kecil plus pojok baca, dan area duduk yang nyaman.

Pengunjung taman literasi dapat meminjam koleksi buku lainnya di gedung layanan perpustakaan.

Selain area baca, panggung terbuka disiapkan untuk berbagai macam aktivitas komunitas. Di antaranya fasilitas ruang komunal untuk diskusi, pojok baca, bangku taman, hingga area khusus anak dan remaja.

"Ya tidak berhenti untuk membaca buku. Ada diskusi, lomba-lomba, pertunjukan seni, storytelling, dan banyak kegiatan kreatif bisa dipakai di sana. Kami rencanakan bisa buka dari pagi sampai sore, bahkan dipikirkan supaya bisa sampai malam dengan adanya lampu-lampu," ujar Yutri.

Guna menghidupkan kunjungan ruang publik ini, Diskerpus Badung berencana menggencarkan promosi ke sekolah-sekolah serta menambah koleksi buku. Progres fisik senilai Rp 6,2 miliar lebih itu sudah 60 persen lebih dan ditargetkan serah terima pada 7 Desember 2026.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads