Kebakaran hebat melalap kandang ayam dua tingkat di lingkungan Tempek Soga, Banjar Geria, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (1/10/2026). Sekitar 15 ribu bibit ayam broiler mati terpanggang dalam peristiwa tersebut. Bangunan kandang juga ludes dan menyisakan puing.
"Ya (kejadian) sekitaran jam 9 pagi itu. Dari laporan anak-anak yang kerja, tiga orang, api dari atas, dari lantai dua. Mereka yang kerja masih di kandang bawah," kata pekerja kandang, Lalu Dika, di lokasi kejadian.
Dika mengatakan kobaran api merambat sangat cepat sehingga para pekerja yang berada di lantai bawah kandang tidak menyadari kebakaran sejak awal. Mereka baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar suara gemertak kayu dan ledakan kecil dari arah lantai atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahunya itu ketika dengar suara kletekan, ada ledakan kecil lah gitu, ledakan gitu. Terus anak-anak itu keluar, ngelihat sudah ada api besar," ujar Dika.
Para pekerja sempat berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air secara manual. Namun, kobaran api yang telanjur membesar membuat mereka kewalahan. Para pekerja akhirnya mengurungkan upaya tersebut dan memilih menyelamatkan diri.
Dika menambahkan seluruh populasi bibit ayam broiler yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan. Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka dari pihak pekerja.
"Bibitnya doang 15 ribu ekor, Alhamdulillah kalau pekerja tidak ada korban luka. Pas kejadian tiang (saya) lagi panen di kandang yang satunya lagi di Cau Belayu, anak-anak lalu telepon ngabarin ada kebakaran," ungkap Dika.
Kandang ayam milik I Gusti Ayu Gayatri Mithayarani (33) tersebut kemudian dipadamkan setelah empat unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 11.15 Wita.
Setelah api berhasil dipadamkan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Plt Kapolsek Abiansemal AKP I Komang Juniawan mengatakan kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp 3 miliar. Kerugian itu mencakup bangunan kandang, 15 ribu bibit ayam, mesin pakan, hingga blower.
"Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 miliar. Sebab karena melalap seluruh bangunan kandang, 15 ribu bibit ayam, sampai mesin-mesin pakan dan blower itu hangus," kata Juniawan.
Berdasarkan hasil olah TKP oleh Unit Identifikasi Polres Badung, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Polisi menduga korsleting listrik menjadi pemicu utama timbulnya percikan api dari lantai dua kandang.
"Mesin blower penghangat, blower pendingin, pakan itu hangus. Ada dugaan.awal penyebab kebakaran dari korsleting listrik pada MCB di lantai dua," jelas Juniawan.