detikBali

7 Babi Mati Terpanggang dalam Kebakaran Rumah Produksi Pakan di Gianyar

Terpopuler Koleksi Pilihan

7 Babi Mati Terpanggang dalam Kebakaran Rumah Produksi Pakan di Gianyar


Aryo Mahendro - detikBali

Kondisi rumah produksi pakan babi di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, pasca kebakaran, Senin (28/9/2026).
Kondisi rumah produksi pakan babi di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, pasca kebakaran, Senin (28/9/2026). (Foto: Dok. Polres Gianyar)
Gianyar -

Tujuh babi mati terpanggang saat rumah produksi pakan ternak di Banjar Salak, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, terbakar. Bangunan tersebut ditinggalkan pemilik dalam kondisi terkunci, sementara tungku kayu bakar masih menyala.

"Sebuah bangunan permanen yang digunakan tempat pembuatan pakan babi di Banjar Salak, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, terbakar. Kejadian, pukul 10.30 Wita," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita kepada detikBali, Senin (28/9/2026).

Suardita mengatakan kebakaran tersebut disebabkan kecerobohan pemilik bangunan bernama I Made Duduk. Saat itu, Duduk sedang membuat pakan babi di atas tungku api dengan kayu bakar sekitar pukul 09.30 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pembuatan pakan babi belum selesai ketika Duduk pergi meninggalkan bangunan tersebut. Seluruh pintu kemudian dikunci rapat, meski tungku api masih menyala.

ADVERTISEMENT

"Setelah meninggalkan lokasi, seluruh bangunan dalam keadaan ditutup dan dikunci," kata Suardita.

Api dari tungku yang masih menyala kemudian membakar kayu di sekitar tungku hingga merambat ke bagian atap bangunan. Kobaran api pun membesar dan melalap hampir seluruh bagian bangunan.

Kobaran api sempat berusaha dipadamkan sejumlah warga yang melihat kejadian saat melintas. Namun, usaha tersebut sia-sia karena seluruh pintu bangunan terkunci.

Kebakaran kemudian dilaporkan kepada Damkar Gianyar dan polisi. Tak lama kemudian, petugas Damkar Gianyar tiba di lokasi untuk memadamkan api.

"Api membakar kayu di sekitar tungku dan merambat ke bagian atap bangunan," katanya.

Kobaran api akhirnya dapat dikuasai dan dipadamkan pada pukul 12.15 Wita. Setelah api padam, petugas masuk ke dalam bangunan.

Di dalam bangunan, petugas menemukan tujuh ekor babi yang mati terpanggang akibat kobaran api.

"Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Api diduga berasal dari tungku kayu bakar," katanya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads