detikBali

Cegah Kebakaran Akomodasi Wisata, Pemkab Badung Kaji Ulang SOP Atap Ilalang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cegah Kebakaran Akomodasi Wisata, Pemkab Badung Kaji Ulang SOP Atap Ilalang


Agus Eka - detikBali

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat ditemui wartawan, Senin (13/7/2026). (Agus Eka/detikBali)
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bakal mengkaji ulang standar operasional prosedur (SOP) penggunaan atap ilalang pada tempat akomodasi pariwisata, termasuk restoran. Langkah ini diambil untuk mencegah peristiwa kebakaran yang kerap melalap bangunan beratap ilalang.

Terbaru, kebakaran hebat melanda Restoran Chez Gado-Gado di Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta, Badung, Bali, pada akhir Agustus lalu. Kebakaran yang terjadi pada malam hari itu menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 4 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan mengkaji terhadap kondisi tersebut, apakah memungkinkan atau bagaimana untuk pertimbangan keselamatan. Kajiannya lebih ke SOP, tahapan, dan prosedurnya. Bukan untuk meniadakan penggunaan ilalang," kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Rabu (23/9/2026).

"Itu kami akan pertimbangkan juga karena bagaimanapun kita adalah daerah tropis," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Adi Arnawa menerangkan langkah tersebut sekaligus merespons usulan fraksi DPRD Badung yang meminta Pemkab meninjau kembali penggunaan material ilalang pada bangunan usaha pariwisata. Meski begitu, Adi mengakui penggunaan atap ilalang dapat meningkatkan estetika bangunan.

"Atap ilalang ini kan berpotensi, riskan sekali terjadi kebakaran, jadi perlu ada kehati-hatian dari wisatawan maupun imbauan pengelola akomodasi. Kalau untuk menghilangkan ilalang, justru itu menjadi menarik dan di luar negeri mungkin tidak ada yang seperti itu," sambung Adi.

Pemkab Badung, dia berujar, berfokus memperketat SOP serta panduan keselamatan bagi para pengelola akomodasi dan wisatawan. Selain itu, opsi penggunaan ilalang sintetis atau buatan juga dipertimbangkan untuk menekan risiko kebakaran.

"Kita harus sama-sama menjaga dan tidak bisa langsung menyamaratakan semua hanya karena ada insiden," pungkasnya.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads