Pedagang di Pasar Kuta II, Badung, mengeluhkan fasilitas pasar yang rusak dan kurang terawat. Mulai dari plafon jebol hingga kamar mandi yang tak bisa digunakan.
Kondisi tersebut disebut telah dikeluhkan pedagang selama bertahun-tahun. Padahal, perbaikan dengan anggaran sekitar Rp 43 juta telah disiapkan.
Pantauan detikBali, kerusakan terlihat di sejumlah bagian pasar. Jalan di area parkir dan menuju bagian utara berlubang dan terkesan kumuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi bangunan juga semakin terlihat rusak di bagian utara. Sejumlah plafon jebol dan atap yang rusak ditutup menggunakan terpal.
Kamar mandi turut menjadi perhatian. Dari dua kamar mandi di bagian utara pasar, salah satunya rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisinya juga terlihat kotor.
Salah seorang pedagang sayur, Rini, mengatakan kondisi tersebut sudah dikeluhkan sejak bertahun-tahun lalu. Selama 10 tahun berjualan di pasar tersebut, ia menyebut keluhan mengenai fasilitas pasar telah berlangsung sekitar lima tahun.
"Kamar mandi. Kan, kamar mandinya sana rusak satu, nggak bisa dipakai," ujarnya saat ditemu detikBali, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, kamar mandi yang masih dapat digunakan juga kerap mampet. Padahal, pedagang maupun pengunjung yang hendak menggunakan kamar mandi dikenakan biaya Rp 2.000.
Rini juga mengeluhkan plafon di luar kiosnya yang sudah lama rusak. Kondisi itu membuat air hujan bocor hingga membanjiri area pasar.
"Ini kan hancur (plafonnya), kalau hujan itu ini bocor semua. Kan tak di ini, kita sendiri yang pasang terpal ini," katanya sambil menunjuk plafon yang rusak.
Para pedagang akhirnya memasang terpal secara mandiri untuk menanggulangi kebocoran saat hujan. Kondisi pasar semakin tidak nyaman ketika selokan mampet dan air meluber hingga menggenang.
Rini mengatakan sebelumnya sempat ada rencana perbaikan plafon oleh petugas pasar. Namun, perbaikan tersebut hingga kini belum terealisasi.
"Katanya pengurus pasar 'dilepas semua, nanti ada perbaikan'. Nggak ada perbaikan, kita sendiri pasang terpal akhirnya," ungkapnya.
Ia berharap keluhan pedagang segera ditindaklanjuti, bukan sekadar diterima.
"Iya segera ditindak, bukan cuman diterima keluhannya. Iya, kan dari kemarin kita mengadu-mengadu 'Iya-iya' tapi nggak ada ininya sampai sekarang," harapnya.
Perbaikan Tunggu Anggaran Perubahan
Beberapa fasilitas di Pasar Kuta II rusak dikeluhkam pedagang, Rabu (23/9/2026). Foto: Fabiola Dianira/detikBali |
Kepala Pasar Kuta II, Anak Agung Ngurah Garga Chandra Gupta, mengatakan perbaikan fasilitas pasar telah masuk dalam anggaran Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Badung. Namun, pelaksanaannya masih menunggu pengesahan anggaran pada APBD Perubahan.
"Terkait fasilitas yang ada ini, pembangunannya sejatinya sudah dianggarkan. Dan sekarang, karena belum ketok palu di anggaran perubahan ini, makanya ini udah masuk. Tinggal ketok palu aja, saya rasa perbaikan ini bisa berjalan," ujarnya saat ditemui di Pasar Kuta II, Rabu (23/9/2026).
Garga mengatakan perbaikan kamar mandi menjadi salah satu yang paling mendesak. Selain itu, plafon pasar juga akan menjadi perhatian.
"Yang paling urgennya, mungkin segera mendapat tindak lanjut itu perbaikan kamar mandi, terkait kebersihan kamar mandi, kemudian plafonnya juga," katanya.
Ia menyebut anggaran perbaikan diperkirakan sekitar Rp 43 juta. Anggaran tersebut sebenarnya telah tercantum dalam anggaran induk Perumda Pasar MGS Badung untuk 2026.
Jika mengacu pada rencana awal, perbaikan seharusnya dilakukan sekitar April-Mei. Namun, pelaksanaannya kemudian ditunda hingga akhir tahun.
Menurut Garga, penundaan kemungkinan berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan serta pertimbangan skala prioritas penggunaan anggaran.
"Mungkin karena kendala keuangan perusahaan, akhirnya diundur menjadi akhir tahun ini. Mungkin juga terkait skala prioritas ya. Mungkin ada hal yang lebih penting lagi yang mengakibatkan anggaran itu dibawa ke hal yang lebih penting," jelasnya.
(dpw/dpw)
