detikBali

Viral Atlet Cepirit di HYROX Beijing 2026, Ternyata Ini Penyebabnya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Atlet Cepirit di HYROX Beijing 2026, Ternyata Ini Penyebabnya


Devandra Abi Prasetyo - detikBali

Female athlete pushing a weighted sled in a gym. Top view of a woman performing strength training exercise on a black gym floor. Hyrox Training Concept.
Ilustrasi hyrox. (Foto: Getty Images/pixdeluxe)
Denpasar -

HYROX dikenal sebagai olahraga yang menguji kekuatan dan daya tahan tubuh. Namun, ajang HYROX Beijing 2026 justru diwarnai insiden tak biasa ketika atlet elit Joanna Wietrzyk 'cepirit' saat perlombaan.

Wietrzyk dilaporkan mengalami encopresis atau inkontinensia tinja, yakni kondisi ketika seseorang tidak sengaja buang air besar. Meski mengalami kondisi tersebut, Wietrzyk tetap melanjutkan perlombaan.

Dikutip dari detikHealth, keputusan Wietrzyk untuk terus berlomba menuai banyak kritik. Kekhawatiran muncul karena adanya potensi kontaminasi tinja pada sejumlah area dan peralatan yang digunakan peserta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peserta HYROX bersentuhan dengan berbagai peralatan, mulai dari matras karet, pegangan kereta luncur, hingga lintasan lari. Kondisi tersebut membuat insiden Wietrzyk menjadi sorotan.

ADVERTISEMENT

Atas kejadian itu, penyelenggara mengonfirmasi peralatan yang terkontaminasi telah disingkirkan. Jalur lari yang terdampak juga ditutup untuk sanitasi.

Penggantian karpet serta prosedur pembersihan menyeluruh dijadwalkan dilakukan semalaman.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, konsultan gastroentologi dr Aru Ariadno, SPPD-KGEH, olahraga dengan intensitas tinggi seperti HYROX memang dapat memicu masalah pencernaan seperti encopresis.

"Aktivitas fisik yang berat dan berintensitas sangat tinggi dapat memicu masalah pencernaan. Akibat aktivitas ini aliran darah tubuh akan dialihkan dari organ tubuh lainnya menuju ke otot yang bekerja keras," kata dr Aru saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya goncangan di perut akibat lari atau aktivitas fisik lainnya. Selain itu, konsumsi makanan yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh juga dapat menjadi pemicu.

Meski begitu, kondisi seperti ini tetap dapat dihindari. Menurut dr Aru, pemilihan makanan sebelum kompetisi menjadi hal yang sangat penting.

"Sebaiknya mengonsumsi makanan yang tidak tinggi serat dan cukup cairan pada waktu sebelum dan saat melakukan kegiatan Hyrox perlu diperhatikan," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads