Komunitas pengemudi (driver) pengangkut wisatawan di Nusa Penida, yakni Driver Nuse Bersatu, bertemu dengan Bupati Klungkung, I Made Satria. Pertemuan berlangsung di Caspla Beach Hotel, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Minggu (6/9/2026) malam.
Pantauan detikBali di lokasi, pertemuan berlangsung sejak pukul 06.00 Wita sampai sekitar pukul 22.20 Wita. Puluhan perwakilan Driver Nuse Bersatu secara bergiliran mengungkapkan kritik dan masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.
Perwakilan Driver Nuse Bersatu mencurahkan berbagai unek-unek mereka dalam pertemuan selama empat jam lebih itu. Suasana audiensi berlangsung hangat dan beberapa kali diwarnai ketegangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadek Rahayu, salah satu perwakilan driver, secara blak-blakan mencurahkan berbagai persoalan pelik yang dihadapi para pekerja pariwisata di lapangan. Para driver menyayangkan kebijakan baru, seperti pungutan retribusi, yang diterapkan sebelum infrastruktur dasar dibenahi secara memadai.
"Kami tidak memiliki hak untuk menolak karena yang membayar adalah tamu, tetapi kami punya kewajiban membuat tamu nyaman," ujar Kadek di hadapan Satria.
Akibat kebijakan pungutan turis, ada beban moral yang harus ditanggung para driver di garis depan. Ketika wisatawan mempertanyakan adanya pungutan tambahan, para driver mengaku harus berputar otak memberikan penjelasan seorang diri tanpa ada sosialisasi atau pendampingan memadai dari staf instansi terkait.
Akibat minimnya penjelasan ini, tidak sedikit wisatawan yang merasa miris, melontarkan komentar negatif, bahkan memutuskan untuk tidak akan pernah kembali lagi ke Nusa Penida. Para driver juga mengklaim merasakan tren penurunan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya, baik pada saat high season maupun low season.
"Tentunya apa yang kami sampaikan hari ini, semoga semua keluhan kami harus balance dengan penataan kawasan," pinta Kadek.
Kadek mengungkapkan sebagian besar wisatawan yang datang sebenarnya sangat antusias dengan keindahan alam Nusa Penida. Namun, sekitar 85% di antaranya justru terkejut dan 75% merasa tidak nyaman setibanya di lokasi akibat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
Para driver mengeluhkan kondisi jalan utama yang sempit, berlubang, dan jauh dari kata layak. Fasilitas umum pendukung juga dinilai minim, diperparah dengan kemacetan lalu lintas yang terus-menerus terjadi, terutama di kawasan Pelabuhan Banjar Nyuh.
"Jalan sudah sangat memprihatinkan. Sempit dan berlubang, tetapi kami berusaha untuk melalui," imbuh Kadek.
Tak hanya soal jalanan rusak dan kemacetan, para driver juga menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang membuat mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam mengular dalam antrean. Masalah ini, kata Kadek, membuat kesabaran para pekerja di lapangan kerap diuji.
Sementara Satria dalam pertemuan menerangkan Nusa Penida menjadi fokus utama pembangunan tahun ini secara holistik. Pemkab Klungkung tidak hanya membenahi infrastruktur jalan di hampir seluruh akses, tetapi juga memastikan ketersediaan air bersih, pembangunan pasar, fasilitas kesehatan, penanganan sampah, juga infrastruktur pendukung lainnya.
Satria juga memaparkan rencana pembangunan jembatan penghubung Ceningan-Lembongan yang dapat dilalui mobil. Ia pun mengapresiasi masukan para driver sebagai bahan evaluasi penting bagi pemkab.
"Terima kasih atas semua masukan, banyak hal yang saya dapatkan dari diskusi ini untuk kami perbaiki," ujar Satria.
Ditemui detikBali seusai pertemuan, Satria mengungkapkan secara khusus datang untuk melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha pariwisata tentang seluruh kebijakannya.
"Dari sore sampai malam ini, kami kembali lagi berdiskusi dengan saudara-saudara kami di Kecamatan Nusa Penida, terutama para pelaku pariwisata dan para driver, untuk menyosialisasikan lebih detail lagi tentang apa program-program daripada pemerintah Kabupaten Klungkung," kata Satria.
"Harapan kami agar bisa dipahami, inilah langkah-langkah daripada pemerintah Kabupaten Klungkung untuk bagaimana memperbaiki infrastrukturnya, memperbaiki sarana-prasarana, memperbaiki bagaimana pariwisata agar bisa berkembang dengan baik," imbuh Satria.
Selain itu, Satria juga berharap agar Nusa Penida menjadi wilayah yang lebih baik untuk diandalkan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung.
"Untuk itu kami sangat terbuka dengan siapa pun itu, apalagi warga kami sendiri. Apa pun yang menjadi keluhannya kami akan tampung dan secepat mungkin kami akan carikan solusinya," terang Satria.
(hsa/hsa)