Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar Rp 26 miliar pada APBD Perubahan 2026. Realisasi PAD Karangasem sejauh ini sudah mencapai Rp 309 miliar atau 60,51 persen dari target Rp 511 miliar pada APBD Induk 2026.
Dengan proyeksi peningkatan PAD di APBD Perubahan sebesar Rp 26 miliar, maka total target PAD Karangasem tahun ini menjadi sebesar Rp 537 miliar. Hal itu terungkap saat rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karangasem dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang rapat gabungan DPRD Karangasem, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan hasil rapat dan pencermatan, pendapatan disepakati meningkat sebesar Rp 26 miliar," kata Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, saat ditemui seusai rapat, Kamis.
Awalnya, PAD Karangasem 2026 diproyeksikan naik sebesar Rp 24 miliar di APBD Perubahan. Namun, berdasarkan pencermatan dan evaluasi dari Badan Anggaran, angka tersebut didorong agar dinaikkan lagi hingga akhirnya disepakati menjadi Rp 26 miliar.
Suastika menilai peningkatan tersebut cukup realistis dicapai hingga akhir tahun. Beberapa sektor yang dinilai berpotensi untuk menaikkan PAD Karangasem, antara lain sektor retribusi, hiburan, dan lainnya.
"Tapi kami juga tetap memberikan catatan khusus untuk sektor Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB) tidak terjadi penurunan dan bisa mencapai target sesuai yang kami canangkan," ujar Suastika.
Meskipun realistis, Suastika mengaku kenaikan pendapatan tersebut menjadi cukup berat dengan kondisi saat ini. Oleh sebab itu, ia berharap ada investasi lain yang masuk ke Karangasem untuk menggenjot pendapatan daerah.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan salah satu sektor untuk mendulang pendapatan. Tapi harus kita cari bersama sektor lain yang memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan," ucap Suastika.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengeklaim capaian PAD Karangasem pada beberapa sektor cukup positif. Namun, dia juga tak menampik masih ada beberapa sektor yang belum tergarap maksimal.
"Beberapa sektor progresnya cukup bagus seperti di sektor hiburan, hotel, restoran, dan yang lainnya. Sisa waktu lagi empat bulan ini kami akan upayakan lebih maksimal lagi untuk meningkatkan pendapatan," kata Siki Ngurah.