PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai memperketat aturan di jalur penyeberangan Kayangan-Poto Tano, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penumpang yang melebihi kapasitas kendaraan wajib membeli tiket tambahan serta tercatat dalam manifest sesuai KTP.
"Iya betul, akan mulai diterapkan," ucap Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan, Audina Midiani, dikonfirmasi detikBali, Rabu (2/9/2026).
Audina mengungkapkan pengguna jasa penyeberangan Kayangan-Poto Tano dan sebaliknya wajib membeli satu tiket kendaraan sesuai kapasitas atau muatan kendaraan yang telah ditentukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila jumlah penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan wajib membayar atau membeli tiket tambahan," katanya.
Ia menjelaskan satu tiket kendaraan bagi pengguna sepeda motor berlaku untuk dua orang. Kemudian satu tiket mobil untuk 5-7 orang, satu tiket travel untuk 12-15 penumpang, dan satu tiket pikap untuk tiga orang penumpang.
"Kalau pengendara sepeda motor boncengan tiga, maka satu orang lainnya harus membeli tiket tambahan. Begitu juga mobil pikap yang membawa orang di bak belakang, wajib membeli tiket kategori penumpang per orang," jelasnya.
Manifest Wajib Sesuai KTP
Selain tiket tambahan, Audina menerangkan seluruh penumpang di atas kendaraan harus tercatat dalam manifest penyeberangan. Data penumpang wajib diisi berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Semua penumpang yang naik di kapal wajib di catat dalam manifest dan datanya harus sesuai KTP atau tanda pengenal resmi yang berlaku lainnya," terangnya.
Audina menambahkan kepatuhan pengisian manifest penyeberangan sudah disosialisasikan di Jakarta belum lama ini. Sosialisasi tersebut sekaligus untuk menyamakan persepsi dengan pihak KNKT, Kemenhub, Korlantas Polri, KPK, Jasa Raharja, Asosiasi Operator Ferry, Travel Agent, YLKI, dan Direksi ASDP.
"Langkah ini sebagai upaya ASDP memperkuat fondasi keselamatan penyebrangan. Memastikan data manifest penumpang dan kendaraan tercatat dengan akurat, lengkap dan sesuai kondisi aktual di lapangan," imbuhnya.
ASDP meyakini manifest yang akurat dan lengkap merupakan bagian terpenting dari sistem keselamatan penyeberangan. Dengan penguatan kepatuhan, verifikasi, dan integrasi data, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin optimal dan berorientasi pada keselamatan pengguna jasa.