Kebakaran lahan terjadi di perbatasan antara Legian-Denpasar, tepatnya di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, pada Senin (31/8) malam. Belasan jam berlalu, api masih berkobar di sejumlah titik pagi ini.
Pantauan detikBali di lokasi pada Selasa (1/9/2026) pagi, api melahap lahan yang dipenuhi sampah warga. Asap tebal masih membumbung dan kobaran api masih terlihat di beberapa titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Badung dan Denpasar juga masih terus berdatangan ke lokasi. Petugas damkar tampak berjibaku menjinakkan si jago merah di atas tumpukan sampah.
Salah seorang warga, Tukiran (55), menuturkan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, Tukiran sempat mendengar suara seperti ledakan dari arah lahan tersebut.
"Saya kira kembang api. Tapi begitu saya keluar, api sudah menyala," ujar Tukiran saat ditemui di lokasi, Selasa pagi.
Menurut Tukiran, petugas pemadam kebakaran baru tiba sekitar satu jam setelah suara ledakan tersebut dia dengar. Menurutnya, kobaran api sempat mereda sekitar pukul 05.00 Wita.
"Baru agak reda itu sampai sekitar jam 05.00 pagi. Pemadam pergi sekitar jam 07.00, apinya bangkit lagi. Wah, lebih dahsyat di sini. Sampai sekarang baru reda lagi," imbuhnya.
Menurutnya, sejumlah kendaraan dan bangunan semi permanen di sekitar lahan ikut terbakar. "Mobil ada, Avanza, pick up itu ada. Rumah semipermanen itu semua terbakar. Banyak sekali, cuma nggak dihitung," ujar Tukiran.
Rumah Tukiran berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Dia bersama keluarganya mengaku tidak tidur semalaman untuk memantau kondisi api. Ia khawatir kobaran merembet ke rumah. Tukiran juga ikut membantu petugas memadamkan kebakaran dan menebang sejumlah pohon agar api tidak semakin meluas.
Hingga Selasa pagi, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan api yang masih muncul di sejumlah titik.
(iws/iws)